Selasa, 03 September 2019

BUMI Kerinci sebagai Kota Gempa, Benarkah? Agusdiar TV

BUMI KERINCI SEBAGAI KOTA GEMPA
BENARKAH? 


Sesar Sumatera menyayat Pulau Sumatera mulai dari Aceh hingga Teluk Semangko, Provinsi Lampung, kurang lebih sepanjang 1.650 kilometer. 

Zona pertemuan antara kedua lempeng tersebut membentuk palung yang dikenal dengan nama zona tumbukan atau subduksi. 


Adanya Subduksi aktif dan patahan di Sumatera menyebabkan munculnya Bukit Barisan sejajar patahan, yang merupakan lapisan permukaan tanah yang terangkat. Sementara itu, di Selat Sunda terjadi mekanisme tekanan dan regangan, yang menimbulkan struktur geologi yang unik, seperti munculnya Gunung Krakatau di selat itu. 

Pergeseran Sistem Sesar Sumatera sangat aktif dengan kecepatan bervariasi antara 27 milimeter per tahun di daerah Danau Toba, 15 mm per tahun di daerah Danau Maninjau (Sieh dan kawan-kawan, 1991), dan 4-6 mm per tahun di daerah Danau Ranau (Bellier dan kawan-kawan, 1991). 


Akibat dari aktifnya pergerakan Sistem Sesar Sumatera ini menimbulkan fenomena alam yang destruktif, yaitu terjadi gempa di sepanjang lintasannya. 

Adanya Subduksi aktif dan patahan di Sumatera menyebabkan munculnya Bukit Barisan sejajar patahan, yang merupakan lapisan permukaan tanah yang terangkat. Sementara itu, di Selat Sunda terjadi mekanisme tekanan dan regangan, yang menimbulkan struktur geologi yang unik, seperti munculnya Gunung Krakatau di selat itu. 
Akibat benturan tersebut terbentuk sejumlah sesar (patahan) di Pulau Sumatera baik yang terdapat pada zona prismatik akresi yang terletak di antara zona subduksi, pantai Pulau Sumatera dan di darat Pulau Sumatera.

BUMI selalu bergerak dengan dinamis, kapan dan dimanakah Gempa berikutnya? Hanya Allah SWT, Tuhan semesta alam yang tahu jawabannya. Para ahli hanya bisa memperkirakan daerah yang potensi terjadinya gempa, bahkan sering juga terjadi gempa didaerah yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Peta Geologi dan peta Gempa sudah dipublikasikan, studi-studi tentang gempa juga sudah banyak, termasuk untuk daerah Kerinci dan Sungai Penuh. Kota Sungai Penuh sangat perlu untuk kita khawatirkan karena memang jika dilihat di Peta Geologi, S. Penuh tepat dilalui oleh sesar yang merupakan penerusan dari sesar Sulak. 
Dalam sesar besar, biasanya terdiri dari beberapa segmen sesar dan biasanya ada juga yang saling berpasangan. Pergerakan sesar yang saling berpasangan ini akan membentuk tinggian pop up dan pull apart (lembah).

Apakah Lembah Kerinci juga berpotensi terjadi Likuifaksi seperti halnya di Palu? Jawabannya Iya sangat berpotensi, banyak kesamaan antara Palu dan Lembah Kerinci, yaitu secara morfologi dan litologi penyusunnya. Bentuk lembah yang diapit oleh perbukitan patahan dan lembah yang diisi oleh material/endapan aluvial. 

Lembah Kerinci adalah salah satu contoh yang ideal sebagai lembah akibat 2 buah sesar yang berpasangan. Dua pasang sesar yang membentuk lembah Kerinci yaitu, Sesar Siulak-Sungai Abu dan Sesar Siulak-Sungai Penuh. Disamping itu ada segmen sesar Dikit-Lempur, yang berada disepanjang perbukita Barat G.Masurai melewati Renah Kemumu, Danau Kaco sampai Gunung Kunyit.


Dalam sesar besar, biasanya terdiri dari beberapa segmen sesar dan biasanya ada juga yang saling berpasangan. Pergerakan sesar yang saling berpasangan ini akan membentuk tinggian pop up dan pull apart (lembah). 

Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, adalah daerah yang dilewati sesar/patahan besar yang dikenal dengan nama Sesar Semangko. Sesar ini merupakan jenis sesar geser (strike slip fault) yang membelah pulau Sumatera dari Aceh sampai Bengkulu sepanjang Bukit Barisan. Sejarah Gempa Kerinci”.

Sejarah mencatat, sudah terjadi 3 kali gempa besar di Kerinci, yaitu pada tahun 1909 (7.6 SR), 1995 (7.0SR) dan 2009 (6.7 SR). Gempa di Kerinci merupakan jenis gempa dangkal, dimana kedalaman hiposentrumnya 10-35km.
Gempa dangkal terjadi akibat aktifnya sesar yang berada di daratan, dalam hal ini di Kerinci adalah akibat kompleks Sesar Semangko. Gempa dangkal sifatnya merusak di sekitar titik gempa (episentrum) terutama untuk magnitude >5 SR.

Gempa 1995 (7.0 SR)

23 tahun yang lalu, tepatnya 7 Oktober 1995, Gempa dengan kekuatan 7 SR kedalaman 33km mengguncang Kerinci dengan titik episentrum di Desa Benik pada koordinat 2.045°S 101.436°E. Gempa ini akibat bergeraknya segmen sesar Siulak-Sungai Abu. Tercatat 84 orang meninggal dunia dan 3.700 orang luka parah dan ringan. Gempa ini  meninggalkan trauma yang sangat mendalam bagi masyarakat kerinci, terutama saya sendiri.

Gempa 1909 (7.6 SR)

Gempa yang terjadi di Tahun 1909 dengan kekuatan 7.6 SR adalah gempa terbesar dalam sejarah, tidak diketahui dengan pasti lokasi episentrumnya, namun dari lokasi di peta yang ada diyakini gempa ini akibat pergerakan segmen sesar Dikit- Lempur. Menurut Robert Cribb (2000) dalam bukunya Historical Atlas of Indonesia, disebutkan 230 orang meninggal dalam gempa tahun 1909 ini.

Monumen MASJID NURUL IMAN 1995  oleh Pemda Kerinci  dimonumen ini terdapat Biorama yang menjelaskan informasi gempa dan korban jiwa seperti yang saya sampaikan diatas, beberapa foto kerusakan akibat gempa juga  dipajang. Semoga monumen ini bisa menjadi media untuk menyadarkan masyarakat akan rawannya Kerinci dari bencana gempa bumi. 



Gempa 2009 (6.7 SR)

Gempa pada tanggal 1 Oktober 2009 yang mengguncang Kerinci ini terjadi 1 hari setelah gempa besar (7.6 SR) 30 Sept 2009 yang mengguncang Pariaman dan sekitarnya.


 Gempa 1 Oktober ini akibat pergerakan segmen sesar Dikit-Lempur. Episentrum gempa terletak di perbatasan antara Muko-Muko dan Lempur Kerinci, pada koordinat 2.482°S 101.524°E. Kedalaman gempa (hiposentrum) yaitu 9km, termasuk gempa yang sangat dangkal. Makanya daerah yang paling parah kerusakannya adalah di daerah Lempur dan sekitarnya.

Tata Kota yang Bersahabat dengan Gempa"

Secara undang-undang, sudah mensyaratkan supaya mempertimbangkan pendapat ahli geologi dalam menyusun Tata Kota dan juga dalam membangun infrastruktur. Namun biasanya pendapat ahli geologi, tidak jarang dianggap menghambat pembangunan dan investor masuk. Ketika sudah terjadi bencana, baru sadar ternyata banyak bangunan di zona rawan gempa dan seperti biasa memang penyesalan itu datangnya belakangan.

segmen sesar dan biasanya ada juga yang saling berpasangan. Pergerakan sesar yang saling berpasangan ini akan membentuk tinggian pop up dan pull apart (lembah). 

Sistem Sesar Sumatera juga merupakan salah satu sistemsesar geser aktif terbesar di dunia dan juga merupakan struktur utama di Pulau Sumatera yang sangat memengaruhi corak geologi pulau tersebut. Sesar ini melewati 2.286 desa, 258 kecamatan, 43 kabupaten kota, dan 7 provinsi dengan total jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa yang sewaktu-waktu terancam jiwanya (Potensi Desa).(Ad, dari segala sumber) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social and cultural geographic background of socially

SOCIAL AND CULTURAL GEOGRAPHIC BACKGROUND OF SOCIALLY    Kerinci Regency which is also called Sakti Alam Kerinci is a plateau ...