Rabu, 04 September 2019

Menguak Asal-Usul Nenek Moyang Kerinci|Agusdiar TV

MENGUAK ASAL-USUL NENEK MOYANG KERINCI 


Perjalanan kehidupan nenek moyang orang Kerinci berkembang dengan cepat,d iantaranya menyebar mencari daerah-daerah baru kesebelah selatan Kerinci Tinggi, yaitud aerah Serampas, Sungai Tenang, MuaraS iau dan Jangkat. Sebagian lainnya migrasik  Kerinci Rendah; daerah sekarang yang disebut Sungai Manau (Tanah Renah),Lubuk Gaung dan Nalo Tantan.

Penyebaran Orang Kerinci bahkan samapai
ke daerah Koto Baru (wil.Sumatera Barat paling Selatan). Demikian pula halnyak omunitas orang Kerinci yang ada di Serampas, Sungai Tenang, Muara Siau dan Jangkat, sebagian ada yang berpindah dan menetap di daerah sepanjang aliran Sungai Batang Limun, Batang Asai dan daerahS arolangun. 

Di daerah Muara Bungo dan Sarolangun mereka membentuk persekutuan masyarakat adat sendiri.
Darimana asalnya masih di perdebatkan para ahli, namun yang jelas mereka merupakan penduduk pertama disini.

Dalam perjalanan sejarah, Kecik Wok Gedang Wok telah mengalami percampuran dengan penduduk2 yang datange kemudiannya, termasuk percampuran dengan Ras Melayu Tua dan Ras Melayu Muda, sehingga saaat ini tidak ditemukan
lagi orang Kecik Wok Gedang Wok yang berdarah murni (asli).

Dari bukti-bukti sejarah dapat diketahui bahwa
orang Kerinci berasal dari Ras Melayu,spesifiknya PROTO MELAYU (MELAYU TUA)y ang bermigrasi ke Pulau Sumatera dan Nusantara sebelum gelombang migrasi.


DEUTRO MELAYU (MELAYU MUDA), Ada
beberapa teori migrasi Ras Melayu yang dipaparkan oleh para ahli antropologi dan arkeologi dan ahli sejarah yang sampai saat ini masih diperdebatkan.Manusia Kecik WokG edang Wok diperkirakan telah menghuni Kerinci semenjak 10.000 Tahun yang silam.

Perjalanan kehidupan nenek moyang orang
Kerinci berkembang dengan cepat, diantaranya menyebar mencari daerah-daerah baru kesebelah selatan Kerinci Tinggi, yaitu daerah Serampas, Sungai Tenang, Muara Siau dan Jangkat. wilayah Alam Kerinci secara geografris,namun hubungan dengan daerah asalnya tetap terjalin baik. Komunitas ini menamakan dirinya dengan"orang Bathin. 


Kebudayaan dan adat istiadat orang batin banyak persamaan dengan orang Kerinci Tinggi, termasuk dalam hal ciri-ciri fisik. Kesamaan itu karena mereka berasal dari keturunan Nenek Moyang yang sama.
Orang Batin sendiri pada Musyawarah Adat Kabupaten Sarko Tahun 1969 mengatakan

tentang asal usulnya, dalam Seluko Adat(pepatah adat) : " Pucuk adalah induk Segalo Pucuk yang artinya yang diatas. 

yaitu daerah yang lebih tinggi yaitu Kerinci Tinggi. 



ASAL USUL PEMUKIMAN NENEK MOYANG
ORANG KERINCI
Nenek Moyang orang Kerinci selalu
membuat pemukiman pada daerah-daerah
yang subur, yang sering disebut ; Talang,
Dusun, Koto. Perkembangan pemukiman ini
diperkirakan terjadi pada Zaman
SIGINDO.Pada masa Sugindo perkembangan
kehidupan masyarakat sudah jauh lebih
maju, mereka sudah mulai hidup menetap.
Mengacu pada tempat penemuan benda-
benda peninggalan sejarah, maka diketahui
pemukiman-pemuk iman yang pernah
dibuat nenek moyang pada zaman dulu
diantaranya terletak di:

1. Disekitar Gunung Masurai, Danau Depati

Empat (Danau Besar), Danau Pauh.
Diperkirakan daerah-daerah ini merupakan Lokasi Dusun Purba; Renah Punti, Talang Menggala, Muara Penon, Durian Tinggi dan Sungai Kuyung. Kelima Dusun itu diperkirakan berada disekitar daerah Serampas dan Sungai Tenang Kecamatan
Jangkat. dan disekitar daerah itu diperkirakan juga terdapat Dusun Purban Koto Mutun, Renah Lipai Tuo, Pelegai Panjang, yang berada dalam Kecamatan Muara Siau.

2. Disebelah Selatan Danau Kerinci sekitar
Dusun Muak sekarang, terdapat dusun purba Jerangkang Tinggi.

3. Disebelah tepi Barat Danau Kerinci sekitar
Dusun Jujun dan Benik sekarang.
4. Di dataran Tinggi diatas kota Sungai Penuh, diantara Bukit Mejid dan Bukit Koto Tinggi, disekitar daerah Koto Pandan sekarang.

5. Disekitar perbukitan diatas Dusun Kumun sekarang
6. Disekitar perbukitan diatas Sungai Liuk, diperkirakan tempat dusun purba Koto Bingin

7. Disekitar perbukitan diatas Simpang Belui dan Semurup, diperkirakan tempat dusun purba Koto Limau Sering.
8. Disekitar Hiang diperkirakan terdapat dusun purba Koto Jelatang.Banyak dusun yang terbentuk secara
bertahap dalam selang waktu yang cukup lama, sebagai contoh :
1. Dari Dusun Purba JERANGKANG TINGGI
berkembang Dusun Pulau Sangkar,
Sanggaran Agung, Jujun, Pulau Tengah dan
Pengasi.

2. Dari Dusun Pulau sangkar kemudian pindah ke utara berkembang Dusun Lekuk 33 Tumbi yang kemudian menjadi Dusun Terutung, sebagian berpindah ke arah barat melahirkan dusun Lekuk 50 Tumbi atau Dusun Lempur sekarang. Dari dusun Pulau sangkar berkembang Dusun Pondok,
Muak, Lolo, Lubuk Paku, Keluru, Semerap.

3. Dari Dusun Sanggaran Agung berkembang menjadi Dusun Tanjung Pauh Mudik, Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir,Talang Kemulun.

4. Dari Dusun Pengasi berkembang menjadi Dusun Pulau Pandan, Pendung Talang Genting, Tebing Tinggi, Seleman, Tanjung Batu, Pidung. Untuk Seleman sebagian penduduknya berasal dari Dusun Purba Koto Jelatang.

5. Dari Dusun Pulau Tengah berkembang menjadi Dusun Koto Tuo dan Koto Dian.

6. Dari Dusun Jujun berkembang menjadi Dusun Benik.
7. Dari Dusun Siulak Mukai di Tanah Sekudung, berkembang menjadi Dusun Mukai Mudik, Mukai Tengah, Mukai Ilir, Siulak Gedang, Siulak Panjang, Lubuk Nagodang, Siulak Kecik, Siulak Tenang, Tanjung Genting, Koto Kapeh, Sungai Pegeh,
Dusun Baru, Sungai Labu.

ASAL USUL NAMA KERINCI
Kata " Kerinci " diperkirakan baru dikenal orang sekitar awal Tahun Masehi. Kepastian tentang asal usul nama "Kerinci" memang sulit untuk dijawab dan sampai sekarang masih di perdebatkan banyak kalangan.

Karena ada berbagai macam versi pendapat tentang itu, dengan argumentasi yang bermacam-macam pula. Tapi kita tidak usah larut dengan polemik itu.

Sebutan kata Kerinci dalam masyarakat Kerinci sendiri diucapkan dengan dialek yang berbeda, yang merupakan pengaruh dialek masing-masing bahasa tiap-tiap dusun, suku atau kalbu/ komunitas masyarakat yang berbeda. Memang di
daerah Sakti Alam Kerinci kaya akan dialek
bahasa. Lain Dusun/Desa/ Koto, lain pula dialek bahasanya. Pada prinsipnya bahasanya hampir sama, hanya dialek saja yang sedikit berbeda. namun ada juga kosa-kata tertentu yang memang penyebutan dan dialeknya berbeda jauh.

Orang Sungai Penuh, Pondok Tinggi, Dusun Baru, Hamparan Rawang, Koto Lanang, Tanjung Pauh dan sekitarnya menyebut kata Kerinci dengan sebutan : KINCAI
Orang Semurup, Siulak dan sekitarnya menggunakan kata : KINCI Orang Kerinci Hilir (P.sangkar, Lempur,Tamiai) menggunakan kata : KRINCI Orang MinangKabau ada yang
menggunakan kata : KURINCI Berikut beberapa versi pendapat tentang asal usul nama " Kerinci " yang dikenal dengan julukan : SEKEPAL TANAH YANG TERCAMPAK DARI SURGA atau sering juga orang menyebut :


TANAH SERAMBI MADINAH
• Sebuah legenda mengatakan bahwa
nama Kerinci berasal dari kata " KUNCI ",
yang mengkiaskan daerah ini berada dalam
kondisi geografis yang terkunci, dimana
dikelilingi oleh bukit barisan yang berlapis-
lapis dengan medan yang sulit untuk
menembus daerah ini pada zaman dahulu,
seolah daerah ini tertutup untuk akses
keluar (terkunci).
•Sebagian orang ada yang berpendapat
asal nama Kerinci dari keadaan geografis
Kerinci yaitu yang " Kering-kering Cair".
dimana pada musim penghujan sebagian
daerah kerinci terendam banjir akibat
meluapnya air sungai dan danau kerinci,
sebaliknya pada musim kemarau iklim
menjadi kering.
• Sebagian berpendapat, kata Kerinci
berasal dari bahasa India kuno (Tamil) yang
berarti perbukitan atau pegunungan. Orang
Tamil dari India Selatan pada masa Kerajaan

Mahajedra dan Harappa (lebih kurang
3000 thn SM) mengenal baik daerah Kerinci
sebagai penghasil Kemenyan, Cempaka,
Kayu Sigi (Pinus).(Ad, dari segala sumber)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The type of woman to be married in Islam

From Mugribin bin Syu'bah, he said: I once proposed a woman, then the Prophet S.a.w said: Look because, that will preserve the lo...