Langsung ke konten utama

Mengungkap Sejarah Kedepatian Muara Langkap di Tanah Kerinci|Agusdiar TV

MENGUNGKAP SEJARAH KEDEPATIAN MUARO LANGKAP DI TANAH KERINCI

Pada wilayah Pamuncak Bungsu berpusat di Koto Tapus Sungai Tenang. Pada mulanya Pamuncak Bungsu dipimpin oleh pemuka adat yang bergelar Rajo Depati, Demang Depati, Lukhah Depati, Menjuang Depati, Pendito Depati, Permato Depati, Sutan Depati dan Pembesar adat lain. Pimpinan tertinggi dari wilayah Pamuncak Bungsu adalah Depati Purwo Menggalo. Pembagian wilayah kerja Pamuncak Bungsu adalah:


•  Rajo depati menguasai Hulu Sungai Metenang.
•  Demang depati menguasai Hulu Sungai Bantal
•  Lukhah Depati menguasai Hulu Teramang
• Menjuang Depati menguasai Hulu Sungai Retak
• Permato Depati menguasai Hulu Sugai Mengkai
• Pendito Depati menguasai Hulu Sungai Ipuh, dan
• Sutan Depati yang nama kecilnya Seritih Hujan Paneh menguasai Hulu Sungai Impu.



TANAH Depati Muaro Langkap atau sering disebut juga dengan Tanah Depati Muaro Langkap Tanjung Sekiau merupakan tanah depati yang ke empat dari Negara Depati Empat Alam Kerinci yang berada di daerah Kerinci Tinggi. Tanah depati ini membagi daerahnya atas dua wilayah yaitu : 


• Tanah Muaro di Ateh atau Tanah Tamiai dan   • Tanah Muaro di Bawah (di Baruh) atau Tanah Pangkalan Jambu. Tanah Muaro di Ateh daerahnya berada dalam wilayah Kerinci Tinggi, sedangkan Tanah Muaro di Bawah berada di daerah Kerinci Rendah. Pusat pemerintahan Tanah Depati Muara Langkap adalah dusun Tamiai. Dari sini Depati Muara Langkap memerintah tanah depati beserta dusun-dusun yang terdapat dalam wilayahnya. 


Di dusun Tamiai ditempatkan hamparan besar tempat persidangan atau permusyawaratan pemangku adat negeri-negeri dari tanah depati ini. Dalam memerintah Depati Muara Langkap didampingi oleh sebuah kerapatan Adat Tanah Depati. Kerapatan beranggotakan seluruh pemangku adat wakil dari Tanah Muaro di Bawah dan Tanah Muaro di Ateh dan utusan dari tiap-tiap dusun dan kampung.


 Sedangkan ketua kerapatan Adat Tanah Depati adalah Depati Muara Langkap sendiri. Keanggotaan kerapatan adat yang dibuat luas mencakup sampai pada tingkat dusun dan kampung dikarenakan daerah Tanah Depati Muara Langakap wilayahnya tidak begitu luas.

Pada mulanya Tanah Depati Muara Langkap daerahnya hanya Tanah Muaro di Ateh saja yaitu Tanah Tamiai yang batasnya ke arah Barat (Kerinci Rendah) sampai ke sungai Batang Air Miai (sungai yang terletak di antara Kabupaten Kerinci dengan Kabupaten Merangin) sekarang.

Adanya Tanah Muaro di Bawah disebabkan terjadinya suatu peristiwa (kasus) pidana pembunuhan pada daerah ini. Sebelumnya daerah tersebut merupakan wilayah Tanah Depati Setio Nyato dari Tanah Renah (Sungai Manau) yang masih kosong, hanya didiami sedikit orang pada daerah hulu sungai Kunyit, yang juga merupakan daerah dari hulu-hulu  sungai di daerah Pangkalan Jambu. Daerah hulu sungai Kunyit didiami orang-orang yang berasal dari Tamiai. 


Tanah Depati Muaro Langkap berbatas di sebelah Utara dengan Tanah Depati Rencong Telang, sebelah Barat juga berbatas dengan tanah Depati Rencong Telang (Tanah Paemuncak Nan Tigo Kaum), disebelah Timur dengan Tanah Depati Setio Nyato Kerinci Rendah, dan disebelah Selatan dengan Tanah Pemuncak Bensu Koto Tapus, yang juga merupakan Tanah Depati Rencong Telang.
Penyerahan tanah ini dimaksudkan sebagai ganti dari anak buah Depati Muara Langkap yaitu Rio Tunai yang telah terbunuh. Penyerahan tanah ini diterima dengan baik oleh Depati Muara Langkap dan kasus ini dianggap selesai.


 Tempat ditemukan mayat Rio Tunai terbunuh dinamai dengan Sungai Bujur, karena di tempat itu dia mati terbujur. Dengan penyerahan tanah tersebut, maka daerah itu menjadi bagian wilayah baru dari Tanah Depati Muara Langkap dan diberi nama Tanah Muaro di Bawah Pangkalan Jambu.

GELAR DAN SISTEM PEMERINTAHAN ADAT
Secara de jure Provinsi Jambi ditetapkan dengan UU Darurat 1957 dan kemudian UU No. 61 tahun 1958, tetapi dengan pertimbangan sejarah asal-usul pembentukannya oleh masyarakat Jambi melalui BKRD, maka tanggal Keputusan BKRD 6 Januari 1957 ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Jambi. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Djambi Nomor 1 tahun 1970 tanggal 7 Juni 1970 tentang hari lahir Provinsi Djambi.


Lahirnya Provinsi Daerah Tingkat I Jambi didorong dengan semangat persatuan pengusungan berdirinya provinsi yang terbunyi dalam bentuk kesepakatan dengan saloko adat: “Pucuk Jambi Sembilan Lurah, Batanghari Alam Berajo Muaro Tungkal Muko-muko”. Pada tahun berikutnya, Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Djambi kemudian membuat ketetapan untuk mempersingkat simbol semangat persatuan pendirian provinsi dengan mengeluarkan Perda No. 1 tahun 1959 yang merubah simbol persatuan menjadi logo provinsi Jambi yang lebih singkat menjadi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 


Dearah Muaro Tungkal (penduduk dan masyarakat dan daerah-daerahy Jambi yang berada di sepanjang Sungai Pengabuan), yaitu penduduk dan masyarakat dengan Sistem Alam Berajo atau Kerajaan. Wilayahnya terdiri dari kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Wilayah Pucuk Jambi Sembilan Lurah mulai dari Tanjung Simalidu di Tebo sekarang (perbatasan dengan daerah Minangkabau sampai ke Alam Kerinci (Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah). Pada zaman Depati IV Alam Kerinci semenjak abad ke 14 Masehi, yang terdiri wilayah Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah itu terdiri dari 4 buah tanah dengan ke empat tanah depati itu adalah:

• Tanah Depati Atur Bumi. Berwatas dengan Kerajaan Manjuto dan Dapati Biang Sari. Daerah Takluknya Kerinci Hulu VIII Helai Kain, sampai Siulak Tanah Sekudung.
• Tanah Depati Biang Sari. Wilayah takluknya Pematang Tumbuk Tigo Sungai Tabir, Rantau Panjang, Pelepat, sampai Pulau Musang, Tanung SImalidu (lihat Tambo “Raden Syari, Jambi).
•  Tanah Depati Rencong Telang. Berwatas dengan Dapati Biang Sari di Pengasi. Sejak dari Sebih Kuning Muaro Saleman sampai Alam Pamuncak Nan Tigo Kaum (Kerajaan Manjuto).


Topografi daerahnya berbukit-bukit dan disini mengalir banyak sungai dengan arus air yang tenang, tidak berbatu dan permukaannya lebar, shinga dapat dilayari kapal kecil. Kondisi sungai tersebut sangat berbeda dengan sungai-sungai yang terdapat di Kerinci Tinggi yang pada umumnya berarus deras, beriam, berair terjun (telun), berbatu dan berpermukaan sempit. Sekarang wilayah ini berada dalam daerah Kabupaten Merangin yaitu kecamatan Sungai Manau, Bangko, Pemenang dan Tabir (Rantau Panjang).

Pada wilayah Kerinci Rendah terdapat tiga Tanah Dapati dan dua daerah khusus dari Pemerintahan Depati Empat Alam Kerinci.   Tanah depati dimaksud adalah:
• Tanah Depati Setio Nyato, - Tanah Renah
•  Tanah Depati Setio Rajo, - Lubuk Gaung
• Tanah Depati Setio Beti (Bhakti), - Nalo.
Ketiga Depati ini waris depatinya dari Pulau Sangkar, anak Puti Lelo Baruji, sehingga sampai sekarang disebut: Tigo di Baruh anak Batino Pulau Sangkar”.


Sedangkan daerah khususnya adalah:
•  Tanah Pemuncak Pulau Rengas
•  Tanah Pemuncak Pemberap Pemenang.
Ketiga tanah depati dan dua daerah khusus itu, karena letaknya berada pada ketinggian jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah Kerinci Tinggi maka disebut dengan daerah Tigo di Baruh atau daerah tiga di bawah.
Tanah Depati Muara Langkap Tanjung Sekiau. Berwatas dengan dengan wilayah Depati Rencong Telang sampai Sungai Bujur – Perentak – Pangkalan Jambu.


Ketinggian letak geografis ke empat tanah depati tersebut, menyebabkan dataran itu disebut dengan Empat di Ateh (daerah empat di atas), yang sekarang telah menjadi Kabupaten Kerinci, Kecamatan Muara Siau dan Jangkat. Kedua kecamatan yang disebutkan, termasuk dalam wilayah Kabupaten Merangin.
Daerah Kerinci Rendah adalah wilayah yang berada di sebelah timur Kerinci Tinggi pada kaki pergunungan Bukit Barisan. 


Pada wilayah Kerinci Rendah terdapat tiga Tanah Dapati dan dua daerah khusus dari Pemerintahan Depati Empat Alam Kerinci.   Tanah depati dimaksud adalah:
• Tanah Depati Setio Nyato, - Tanah Renah
•  Tanah Depati Setio Rajo, - Lubuk Gaung
• Tanah Depati Setio Beti (Bhakti), - Nalo.


Ketiga Depati ini waris depatinya dari Pulau Sangkar, anak Puti Lelo Baruji, sehingga sampai sekarang disebut: Tigo di Baruh anak Batino Pulau Sangkar”.


Sedangkan daerah khususnya adalah:
•  Tanah Pemuncak Pulau Rengas
•  Tanah Pemuncak Pemberap Pemenang.
Ketiga tanah depati dan dua daerah khusus itu, karena letaknya berada pada ketinggian jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah Kerinci Tinggi maka disebut dengan daerah Tigo di Baruh atau daerah tiga di bawah.


Dalam pepatah adat yang menyebutkan tentang kekuasaan pemerintahan Depati Empat Alam Kerinci dikatakan lingkupnya mencakup daerah Empat di Ateh, Tigo di Baruh, Pemuncak Pulau Rengas dan Pemberap Pemenang. Ke sembilan daerah kekuasaan pemerintahan Depati Empat inilah yang disebut orang-orang pada zaman Kerajaan Jambi menurut sepanjang adat dengan nama: Pucuk Jambi Sembilan Lurah, yaitu wilayah yang berada di daerah atas atau daerah bagian hulu dari Kerajaan Jambi.



TANAH DEPATI MUARA LANGKAP SEKUAI

Tanah Depati Muara Langkap Tanjung Sekiau Berwatas dengan dengan wilayah Depati Rencong Telang sampai Sungai Bujur – Perentak – Pangkalan Jambu.


Ketinggian letak geografis ke empat tanah depati tersebut, menyebabkan dataran itu disebut dengan Empat di Ateh (daerah empat di atas), yang sekarang telah menjadi Kabupaten Kerinci, Kecamatan Muara Siau dan Jangkat. Kedua kecamatan yang disebutkan, termasuk dalam wilayah Kabupaten Merangin.


Daerah Kerinci Rendah adalah wilayah yang berada di sebelah timur Kerinci Tinggi pada kaki pergunungan Bukit Barisan. Topografi daerahnya berbukit-bukit dan disini mengalir banyak sungai dengan arus air yang tenang, tidak berbatu dan permukaannya lebar, shinga dapat dilayari kapal kecil. Kondisi sungai tersebut sangat berbeda dengan sungai-sungai yang terdapat di Kerinci Tinggi yang pada umumnya berarus deras, beriam, berair terjun (telun), berbatu dan berpermukaan sempit. 

Sekarang wilayah ini berada dalam daerah Kabupaten Merangin yaitu kecamatan Sungai Manau, Bangko, Pemenang dan Tabir (Rantau Panjang).


DAERAH MUARO TUNGKAL

Dearah Muaro Tungkal (penduduk dan masyarakat dan daerah-daerahy Jambi yang berada di sepanjang Sungai Pengabuan), yaitu penduduk dan masyarakat dengan Sistem Alam Berajo atau Kerajaan. Wilayahnya terdiri dari kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Gambar 1. Peta Tiga Wilayah Pembentuk Provinsi Daerah Tk I Jambi
Gambar 2: Peta Kabupaten Termasuk Tiga Wilayah Provinsi Jambi.


Wilayah Pucuk Jambi Sembilan Lurah mulai dari Tanjung Simalidu di Tebo sekarang (perbatasan dengan daerah Minangkabau sampai ke Alam Kerinci (Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah). Pada zaman Depati IV Alam Kerinci semenjak abad ke 14 Masehi, yang terdiri wilayah Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah itu terdiri dari 4 buah tanah dengan ke empat tanah depati itu adalah:


• Tanah Depati Atur Bumi. Berbatas dengan Kerajaan Manjuto dan Dapati Biang Sari. Daerah Takluknya Kerinci Hulu VIII Helai Kain, sampai Siulak Tanah Sekudung.


•  Tanah Depati Biang Sari. Wilayah takluknya Pematang Tumbuk Tigo Sungai Tabir, Rantau Panjang, Pelepat, sampai Pulau Musang, Tanung SImalidu (lihat Tambo “Raden Syari, Jambi).


• Tanah Depati Rencong Telang. Berwatas dengan Dapati Biang Sari di Pengasi. Sejak dari Sebih Kuning Muaro Saleman sampai Alam Pamuncak Nan Tigo Kaum (Kerajaan Manjuto).(Ad, dari segala sumber).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…