Senin, 02 September 2019

Sejarah Luasnya Tampuk kekuasaan Depati Atur Bumi Kerinci|Agusdiar TV

SEJARAH  LUASNYA KEKUASAAN DEPATI ATUR BUMI KERINCI. 

Ketinggian letak geografis ke empat tanah depati tersebut,menyebabkan dataran itu disebut dengan Empat di Ateh (daerah empat di atas), yang sekarang telah menjadi Kabupaten Kerinci,Kecamatan Muara Siau dan Jangkat. Kedua kecamatan yang disebutkan, termasuk dalam wilayah Kabupaten Merangin. Daerah Kerinci Rendah adalah wilayah yang berada di sebelah timur Kerinci Tinggi pada kaki pergunungan Bukit Barisan. 

Topografi daerahnya berbukit-bukit dan disini mengalir banyak sungai dengan arus air yang tenang, tidak berbatu dan permukaannya lebar, sehingga dapat dilayari kapal kecil. Kondisi sungai tersebut sangat berbeda dengan sungai-sungai yang terdapat di Kerinci Tinggi yang pada umumnya berarus deras, beriam, berair terjun (telun), berbatu dan berpermukaan sempit.Sekarang wilayah ini berada dalam daerah Kabupaten Merangin yaitu kecamatan Sungai Manau, Bangko, Pemenang dan Tabir (Rantau Panjang).


Pada wilayah Kerinci Rendah terdapat tiga Tanah Dapati dan dua daerah khusus dari Pemerintahan Depati Empat Alam Kerinci.Tanah depati dimaksud adalah:
Tanah Depati Setio Nyato,  Tanah Renah (Sungai Manau)
Tanah Depati Setio Rajo, Lubuk Gaung (Bangko)

Tanah Depati Setio Beti (Bhakti), - Nalo (Nalo Tantan).

Ketiga Depati ini waris depatinya dari Pulau Sangkar, anak Puti Lelo Baruji, sehingga sampai sekarang disebut: Tigo Dibaruh Anak Batino Pulau Sangkar”. Sedangkan daerah khususnya adalah:

Tanah Pemuncak Pulau Rengas (Bangko Barat)

Tanah Pemuncak Pemerap Pemenang.

Ketiga tanah depati dan dua daerah khusus itu, karena letaknya berada pada ketinggian jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah Kerinci Tinggi maka disebut dengan daerah Tigo di Baruh (dataran rendah) atau daerah tiga di bawah. Dalam pepatah adat yang menyebutkan tentang kekuasaan. 

pemerintahan Depati Empat Alam Kerinci. 
Pada masa dahulu, sejarawan memasukkan Sungai Manau ke dalam Wilayah Alam Kerinci. Wilayah Alam Kerinci ini meliputi daerah Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah. Bila dilihat sekarang daerah tersebut mencakup luas wilayah yang terdiri dari Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin. Semuanya berada di dalam wilayah Provinsi Jambi. Pada daerah Kerinci Tinggi terdapat 4 buah tanah, yaitu:


Tanah Depati Atur Bumi. Berbatasan dengan Kerajaan Manjuto dan Depati Biang Sari. Daerah Taklukannya adalah Kerinci Hulu VIII Helai Kain, sampai Siulak Tanah Sekudung.

Tanah Depati Biang Sari. Wilayah takluknya Pematang Tumbuk Tigo Sungai Tabir, Rantau Panjang, Pelepat, sampai Pulau Musang, Tanung Simalidu (lihat Tembo “Raden Syari, Jambi).
Tanah Depati Rencong Telang. Berwatas dengan Dapati Biang Sari di Pengasi. Sejak dari Sebih Kuning Muaro Saleman sampai Alam Pamuncak Nan Tigo Kaum (Kerajaan Manjuto).

Tanah Depati Muara Langkap Tanjung Sekiau. Berwatas dengan wilayah Depati Rencong Telang sampai,Sungai Bujur,Perentak, Pangkalan Jambu.
Pada masa dahulu, sejarawan memasukkan Sungai Manau ke dalam Wilayah Alam Kerinci. Wilayah Alam Kerinci ini meliputi daerah Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah. Bila dilihat sekarang daerah tersebut mencakup luas wilayah yang terdiri dari Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin. 


Semuanya berada di dalam wilayah Provinsi Jambi. Pada daerah Kerinci Tinggi terdapat 4 buah tanah. 
Tanah Depati Atur Bumi. Berbatasan dengan Kerajaan Manjuto dan Depati Biang Sari. Daerah Taklukannya adalah Kerinci Hulu VIII Helai Kain, sampai Siulak Tanah Sekudung.
Tanah Depati Biang Sari. Wilayah takluknya Pematang Tumbuk Tigo Sungai Tabir, Rantau Panjang, Pelepat, sampai Pulau Musang, Tanung Simalidu (lihat Tembo “Raden Syari, Jambi).
Tanah Depati Rencong Telang. Berwatas dengan Dapati Biang Sari di Pengasi. Sejak dari Sebih Kuning Muaro Saleman sampai Alam Pamuncak Nan Tigo Kaum (Kerajaan Manjuto).
Tanah Depati Muara Langkap Tanjung Sekiau. Berwatas dengan wilayah Depati Rencong Telang sampai Sungai Bujur ,Perentak, Pangkalan Jambu.
Ketiga tanah depati dan dua daerah khusus itu, karena letaknya berada pada ketinggian jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah Kerinci Tinggi maka disebut dengan daerah Tigo di Baruh (dataran rendah) atau daerah tiga di bawah. Dalam pepatah adat yang menyebutkan tentang kekuasaan pemerintahan Depati Empat Alam Kerinci dikatakan lingkupnya mencakup daerah Empat di Ateh, Tigo di Baruh, duo Pemuncak Pulau Rengas dan Pemerap Pemenang. Kesembilan daerah kekuasaan pemerintahan Depati Empat inilah yang disebut orang-orang pada zaman Kerajaan Jambi menurut sepanjang adat dengan nama: Pucuk Jambi Sembilan Lurah, yaitu wilayah yang berada di daerah atas atau daerah bagian hulu dari Kerajaan Jambi.
Ketiga Depati ini waris depatinya dari Pulau Sangkar, anak Puti Lelo Baruji, sehingga sampai sekarang disebut: Tigo Dibaruh Anak Batino Pulau Sangkar”. Sedangkan daerah khususnya adalah:

Tanah Pemuncak Pulau Rengas (Bangko Barat). 

Tanah Pemuncak Pemerap (Pemenang).

Ketiga tanah depati dan dua daerah khusus itu, karena letaknya berada pada ketinggian jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah Kerinci Tinggi maka disebut dengan daerah Tigo di Baruh (dataran rendah) atau daerah tiga di bawah. Dalam pepatah adat yang menyebutkan tentang kekuasaan pemerintahan Depati Empat Alam Kerinci dikatakan lingkupnya mencakup daerah Empat di Ateh, Tigo di Baruh, duo Pemuncak Pulau Rengas dan Pemerap Pemenang. Kesembilan daerah kekuasaan pemerintahan Depati Empat inilah yang disebut orang-orang pada zaman Kerajaan Jambi menurut sepanjang adat dengan nama: Pucuk Jambi Sembilan Lurah, yaitu wilayah yang berada di daerah atas atau daerah bagian hulu dari Kerajaan Jambi.


Sejarah wilayah Tanah Depati Atur Bumi

Kerinci. 
Pada masa dahulu, sejarawan memasukkan Sungai Manau ke dalam Wilayah Alam Kerinci. Wilayah Alam Kerinci ini meliputi daerah Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah. Bila dilihat sekarang daerah tersebut mencakup luas wilayah yang terdiri dari Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin. 


Semuanya berada di dalam wilayah Provinsi Jambi. Pada daerah Kerinci Tinggi terdapat 4 buah tanah. 

Wilayah Administratif setelah Kecamatan Sungai Manau dimekarkan menjadi 3 Kecamatan, desa-desa yang masih tergabung dalam wilayah administratif kecamatan ini adalah:
Desa Bukit Batu,Desa Sungai Nilau,Desa Sungai Manau, Desa Sungai Pinang, Desa Palipan, Desa Seringat,Desa Gelanggang,Desa Tiangko, Desa Durian Lecah, Desa Benteng

Sentra perekonomian masyarakat terpusat di Pasar Sungai Manau yang mana Hari Balai (pasar mingguan) hanya diadakan pada hari Kamis. Pusat perkantoran terletak di Desa Benteng yang terletak sekitar 1 km dari Pasar Sungai Manau.

POTENSIAL PARAWISATA
Gua Tiangko

Berlokasi di Desa Tiangko, ditemukan sejumlah gua yang menjadi kediaman manusia purba ribuan tahun yang lalu. Luasnya hanya 206 meter persegi dan lebar mulut bagian depan setinggi 4 meter serta mulut bagian belakang setinggi 11,5 meter.


Berdasarkan hasil penelitian Bennet Bronson dan Teguh Amat pada tahun 1974, di ttempat ini ditemukan lapisan tembikar yang dibawahnya terdapat alat-alat obsidian. Penemuan itu pun lantas menyimpulkan bahwa Goa Tiangko menjadi permukiman tertua di Jambi.

Stopica Cave 3.JPG
Gua ini dindingnya berupa ceruk-ceruk bebatuan yang ditumbuhi lumut, langit-langitnya pun dipenuhi sarang burung walet dan kelelawar yang bergelantungan. Di goa ini juga bisa ditemui batu kapiler yang membentuk stalktit dan stalakmit dengan berbagai ornamen yang menakjubkan.


Gua Sengering
Gua Sengering merupakan salah satu aset wisata alam yang masih banyak belum diketahui oleh masyarakat luar. Keberadaan Gua Senggring belum begitu terpublikasikan dibandingkan dengan objek wisata alam lainya yang terdapat di Merangin.


Gua ini memiliki keunikan yang menarik di mana bebatuan yang dominan dengan gaya dan bentuk yang berbeda-beda bahkan ada yang menyerupai gorden dan dihiasi dengan butiran air yang berkilau apabila terkena cahaya. Gua ini terdapat di Dusun Senggring, Desa Tiangko.


Keberadaan gua ini dapat dicapai sekitar 1- 2 jam perjalanan dari Dusun Senggering dengan melintasi aliran Sungai Senggring menuju ke arah Utara. Di dalam gua terdapat kehidupan binatang seperti kelelawar, wallet, jangkrik goa, dan banyak binatang lainya di dalam gua ini di aliri oleh air sungai yang bermuara ke Sungai Mesumai di sekitar mulut Gua Senggring juga terdapat air terjun dengan ketinggian 4-5 meter.


Gua Bujang
Gua Bujang berjarak tidak jauh dari mulut Gua Senggring, dengan jalan kaki sekitar 10 menit dari Gua Senggring menuju ke arah Utara kita sudah dapat melihat mulut Gua Bujang dengan jarak sekitar 800 meter dari mulut Gua Senggring di dalam Gua Bujang juga di lengkapai dengan berbagai bentuk ornamen gua dan di dalamnya juga terdapat air terjun dengan ketinggian 6 meter. Namun, untuk mencapai air terjun ini kita harus rela merayap di atas bebatuan yang terdapat di lorong kecil di dalam perut gua ini sebelum memasuki gua ini ada aturannya salah satunya kita di minta untuk mencuci muka sebelum melakukan penelusuran gua. Konon kepercayaan penduduk setempat agar kita dapat melihat dengan jelas dan agar mata kita tidak ditutupi saat kita melakukan penelusuran gua ini.


Kompleks Gua Sengayau
Kawasan Goa Sengayau terletak di Desa Sungai Pinang. Kawasan Goa Sengayau dengan luas sekitar 10.000 ha merupakan daerah perbukitan yang termasuk dalam kawasan zona penyangga (Buffer zone) Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Dalam laporan Ekspdisi Mapala SIGINJAI Unja 2008, bahwa di Kawasan Goa Sengayau terdapat 43 buah goa dan dari 43 goa tersebut baru 12 goa yang sudah di petakan (Mapping) oleh Mapala SIGINJAI Unja. Walaupun laporan itu masih simpang siur dengan informasi dari masyarakat karena menurut masyarakat setempat ada sekitar 100 buah goa di kawasan ini, tapi itu adalah data yang pertama untuk goa yang ada di kawasan Goa Sengayau.


5.Arung Jeram Batang Merangin
Lokasi Arung Jeram di Merangin dimulai dari Desa Air Batu (Markeh) sekitar 15 kilometer dari Bangko dan berakhir di Desa Biuku Tanjung Kecamatan Bangko Barat.


Track Arung Jeram Merangin berjarak sekitar 9 Kilometer dengan spesifikasi grade 3 yang membutuhkan keterampilan khusus dari Rafter. Sepanjang sungai dapat dinikmati panorama hutan tropis dan bebatuan yang khas.(Ad, dari segala sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...