Minggu, 29 Maret 2020

Butuh perhatian pemerintah, Jalan Perkebunan 5 Desa Tj. Pauh Mudik|Berita Desa


BUTUH PERHATIAN
PEMERINTAH,  
JALAN PERKEBUNAN  5 DESA TJ. PAUH MUDIK 

Kerinci, Pembangunan jalan tersebut terang saja disambut gembira warga. Salah satu tokoh masyarakat desa Pancuran Tiga (43), menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Menurut dia, selama ini warga harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memutar untuk melewati perkebunan mereka. 


Dengan jalan yang dulu-Nya beraspal dan kini jalan hanya tumpukan lumpur dan serta licin dan sebagian ruas jalan berlobang  dan yang membahayakan, terkadang  kalau musim hujan penuh dengan tumpukan lumpur,warga  berharap sangat perhatian pemerintah kabu paten agar dapat membangun jalan beraspal pada jalan perkebunan masyarakat 5 desa Tj. Pauh Mudik,agar jalan transportasi perkebunan warga bisa menjadi layak tempuh ujar warga S(45)(30/3/20) pagi.

Vitalnya kebutuhan akses jalan ini agar  ditindaklanjuti  instansi pemerintah kabupaten (BUPATI,PU,dan instansi terkait) dengan pembangunan-Nya,  Tujuannya yakni ketersediaan infrastruktur jalan bisa membuka jalan usaha perkebunan yang di jadikan prioritas utama bagi masyarakat. 

Dan masyarakat berharap pada Pemerintah Kabupaten bisa merealisasi pembangunan  jalan tersebut,karena jalan perkebunan merupakan salah satu sarana dan prasana yang sangat penting,oleh sebab itu pembangunan jalan perkebunan bisa dapat terealisasi dengan kerjasama pemerintah kabupaten, masyarakat dan juga instansi yang terkait.

Rabu, 25 Maret 2020

Kades dan Aparat desa Pancuran Tiga tingkatkan keamanan desa|Berita Desa


KADES DAN APARAT DESA PANCURAN TIGA TINGKATKAN KEAMANAN DESA 
Kerinci, Upaya Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas Wilayah  Desa Pancuran Tiga di Tengah Pemukiman Pada Malam Hari. 


Para aparat desa serta Kades tingkatkan keamanan warga-Nya.agusdiar.com 25/3/20


Bagaimana tidak, belum lama ada penculikan warga yang hampir bersebelahan dengan desa Pancuran  Tiga di sebelah selatan, Iwan juga mengatakan beberapa waktu lalu sempat terjadi aksi penculikan yang tampa sepengetahuan warga, arah atas gedung pemuda.

Warga juga berharap, upaya menjamin keamanan itu dibantu pihak desa dan aparat dan dulubalang desa,Apalagi setelah kejadian yang belakangan ini, yang membuat aksi kejahatan.

Hal ini juga dibenarkan warga lain,  menurutnya, kegiatan jaga malam kadang diisi dengan  bakar-bakar ubi dan juga main catur.

“Selain menjaga keamanan, kegiatan ini juga untuk menjaga tali silaturahim antarwarga.


Kerja sama pemerintah Dan para medis menanggulangi pencegahan covid19|Indonesia news

KERJA SAMA PEMERINTAH
DAN PARA MEDIS 
DALAM PENANGGULANGAN
 PENCEGAHAN COVID19
Indonesia News, Hingga saat ini, Indonesia telah mengumumkan lebih dari 300 kasus positif Coronavirus yang terjadi di beberapa wilayah tanah air dan sebagian besar terjadi di Jakarta.

Corona Virus yg ditemukan pada tahun 2019 di  Whuhan China.

Menurut keterangan pada senen(23/3/20) positive corona berjumlah 579 orang dan dkabarkan Meninggal 49 orang dan sembuh dinyatakan sembuh 30 orang.

Virus Corona (Covid-19) yang belakangan ini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dan masih menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk menangani kasus nCoV, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan 100 RS.

Agusdiar.com menghimpun  mengenai covid19 pada Rabu(25/3/20).

Dari 100 rumah sakit, 93 rumah sakit telah menyerahkan self asessment dalam bentuk sarana prasarana, SOP, dan tenaga kesehatan.

Dalam mendukung upaya pemerintah dalam menangani kasus COVID19 di Indonesia melalui beberapa bentuk kerjasama, seperti pengadaan perlengkapan untuk tenaga medis serta pengembangan komunikasi risiko untuk membantu pencegahan penyebaran COVID19.

Kementerian Kesehatan RI menuturkan saat tubuh dirasa lelah,letih,lesu,  itu merupakan salah satu gejala klinis terpaparnya virus.⁣
⁣⁣
Sebenarnya kita bisa menjaga energi sepanjang hari dengan mengoptimalkan metabolisme. ⁣
Cegah lelah sebelum lelah menghampiri kita dengan melakukan pola hidup sehat seperti istirahat yang cukup, konsumsi gizi seimbang, serta konsumsi vitamin B complex untuk bantu tubuh mencegah lelah.⁣

Disamping itu pencegahan, harus juga ditingkatkan kebersihan, setiap tempat umum di border itu harus tersedia hand sanitizer supaya bisa clean semua, langkah mencegah virus Corona,hendaknya masyarakat tidak panik.

Kebersihan diri dan lingkungan jadi kunci. Membiasakan cuci tangan dan  membersihkan lingkungan dari kotoran dan semak harus rutin dilakukan, agar tak ada virus menyerang.  




Senin, 23 Maret 2020

Jalan Persawahan di desa Pancuran Tiga Kerinci, Satu kunci memajukan pertanian|Berita Desa


JALAN SAWAH  DESA PANCURAN TIGA KERINCI SATU KUNCI MEMAJUKAN PERTANIAN 
Kerinci, Pada beberapa waktu kemudian jalan pertanian tersebut selesai dibangun dan enak untuk dilalui. Jika tidak ada infrastruktur jalan pertanian, ongkos  pertanian jadi mahal karena hasil panen harus diangkut menggunakan tenaga manusia ke lokasi pinggir jalan terdekat. 


Bayangkan berkarung-karung hasil panen yang berat per karungnya bisa mencapai 60 kg (tergantung komoditi) harus diangkut manual ke pinggir jalan. Tentu memerlukan usaha, waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Kini petani tinggal menunggu waktu untuk hari bahagia di mana penghidupan baru untuk memetik hasil dari jerih payah setelah penanaman tiga bulan lalu, Panen padi menjadikan satu kebahagian yang yang selalu di tunggu dan di nanti semua petani, hari bahagia rasa nasi baru mewangi menusuk kalbu terasa indah tersenyum bahagia yang tak terkira.

Agusdiar.com(24/3/20) menghimpun data dari salah seorang warga(J).

Salah satu-Nya dengan dibangun-Nya jalan lintas Pertanian desa oleh Kepala desa dan perangkat desa Pancuran Tiga 3 tahun yang lalu sehingga dirasakan para pengrajin pertanian di desa Pancuran Tiga Kerinci, dan elok-Nya pula persawahan didesa Pancuran Tiga, berdekatan dengan salah satu Masjid.

Desa Pancuran Tiga berada di sebelah selatan dari Kota Sungai Penuh desa ini menjadi desa pengrajin penggiat pertanian yang besar,walaupun sebagaian masyarakat 98 persen pegawai di Instansi pemerintah negeri baik Kota maupun Kabupaten.

Lebih awal para penggiat pertanian di desa ini menanam padi di musim penghujan tahun ini, sawah para petani mulai terlihat hijau sejak pertengahan Januari 2020 lalu.

Sebagian besar umur padi mereka di desa ini antara 2,5 bulan sampai dengan 3-4 bulan, suatu pengharapan baru bagi masyarakat petani untuk segera menikmati hasil dari jerih payah mereka setelah nantinya genap 3 bulan untuk siap di panen, ujar salah satu warga penggiat pertanian  desa Pancuran Tiga.

Minggu, 22 Maret 2020

Bahasan seputar Virus covid19 menurut dr.Nahla Shihab|Berita Dokter


BAHASAN SEPUTAR VIRUS COVID19 MENURUT Dr.NAHLA SHIHAB
Indonesia, Menurut keterangan dari salah satu dr. Indonesia dr. Nahla Shihab virus Covid19(Corona) dapat diatasi dengan cara efektif, keterangan yang agusdiar.com dapat kan dari salah satu video berlabel Narasi. Pada hari senen(23/3/20).

Ujar dr.Nahla Shihab dr.berparas anggun dan cantik ini dr. Nahla mengungkapkan bahwa virus Covid19(Corona) ini virus yang baru, dan virus ini belum diketahui bagaimana sifat-Nya, dan bagaimana pula efek yang ditimbulkan virus ini belum diketahaui secara menyeluruh ujar dr.Nahla.

Dr. Nahla mengungkapkan pula, bahwa belum ada obat yang efektif untuk mengatasi virus covid19 dan belum ada vaksin untuk mencegah  terinveksi oleh virus covid19 secara efektif.

Menurut dr.Nahla informasi yang diberikan-Nya bukan maksud membuat kita panik namun harus waspada(ujar dr.Nahla Shihab).

Dan gejala yang ditimbulkan dari Covid19(corona) gejala-gejala seperti, lemah, letih, sakit kepala, lesu,demam dan pegal-pegal Ujar dr. Nahla, orang yang terinveksi virus covid19 saluran pernafasan-Nya gejala-gejala yang ditimbulkan hidung meler,filek, dan sesak nafas dan nyeri dada.

Keterangan dr.Nahla pula,orang yang sehat dan tekanan tubuh-Nya baik  rentan terjangkit terhadap virus covid19(corona) ini dan menurut dr.Nahla bahwa daya tubuh-Nya kuat dapat dan mampu mengatasi menjalar-Nya virus ini pada tubuh-Nya.

Dr. Nahla Shihab mengungkapkan pula bahwa dr.berjuang dengan mati-matian mencari vaksin untuk mencegah penyebaran virus covid 19(corona) terkhusus di Indonesia(Ungkap-Nya).

Jumat, 20 Maret 2020

Kerinci, Panen manggis meningkat menjelang Bulan Ramadhan|Heritage Aktual

PANEN MANGGIS MENINGKAT
MENJELANG BULAN RAMADHAN
Kerinci, Kabupaten Kerinci dikenal merupakan salah satu penghasil Manggis terbesar di Provinsi.Jambi, dengan adanya penggiat dan pengrajin perkebunan yang ada dengan bibit manggis yang berkualitas.

Agusdiar.com menghimpun keterangan dari salah satu masyarakat( Ananda) diperkebunan-Nya diatas  perbukitan di desa Pancuran Tiga, Kerinci,Jambi pada hari sabtu (21/3/20).

Tutur Ananda sebagai pengrajin dan penggiat perkebunan manggis di desa-Nya, manggis meningkat drastis menjelang Ramadhan kedepan walaupun harga-Nya/kg melonjak agak sedikit menurun.

Harga manggis ungkap-Nya pula berkisar 11 ribu/kg-Nya, itu pun langsiran sementara.
Ananda memperoleh hasil manggis dalam sehari mencapai pula100/kg.

Sehingga Ananda menyewa warga masyarakat di desa-Nya dengan menyewa  tiga orang untuk memetik hasil manggis di perkebunan Ujar-Nya pula dengan memberi hasil jerih payah mereka sampai 400.000 Rupiah dalam satu hari itu pun jika buah manggis meningkat.

Memang terkadang manggis diperkebunan saya bisa menghasilkan 100-200/kg dalam satu hari menjelang bulan Ramadhan kedepan.

Ananda menggeluti bidang-Nya sebagai penggiat Perkebunan manggis sudah turun-temurun dari kakek-Nya, dan dengan demikian capek-Nya pun tidak terasa ungkap Ananda.

Hasil dari perkebunan manggis ini dapat mengkuliahkan anak-Nya sampai jenjang S2(Starata Dua) di salah satu Universitas, bahkan ada pula anak-Nya yang bekerja di Instansi pemerintah(PNS) ujar-Nya.

Kunjungan Fasha Ke Kerinci Disambut Pak AJB dan ratusan pendukung di Bandara Depati Parbo|Berita Aktual

KUNJUNGAN FASHA KE KERINCI DISAMBUT  AJB DAN ANTOSIAS RATUSAN MASYARAKAT PENDUKUNG
KerinciDengan menggaet AJB, Fasha mendapat dua keuntungan. Pertama, duet Fasha-AJB akan mendapat dukungan penuh dari sebagian besar pemilih di Kerinci dan Sungai Penuh. Seperti diketahui, pemilih Kerinci dan Sungai Penuh sangat militan. Yang kedua, pasangan ini kemungkinan besar mendapat dukungan dari Demokrat, partainya AJB.


Pada Jum’at ( 20/03/2020) hari ini, kunjungan Fasha ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, disambut langsung  Pak Asyabri Jaya Bakri(AJB)di Bandara Depati Parbo Kerinci dan dilanjutkan beberapa kegiatan.

Keterangan yang dihimpun agusdiar.com(20/3/2020) penyambutan Sy Fasha ke Kerinci – Sungai Penuh, AJB didampingi beberapa tokoh Kerinci  pengusaha besar Armen Arafah, Ketua MUI Kota Sungai Penuh  Ketua DPRD Sungai Penuh Fajran, mantan Tokoh muda Kerinci sekaligus ratusan masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.


Kami begitu antusias menyambut kehadiran Bapak Wali Kota Fasha untuk kesekian kalinya ditengah kesibukan-Nya ujar salah satu masyarakat. 

Kita tidak hanya melihat beliau dari figur sebagai seorang Wali Kota,  hingga menjadi seorang tokoh yang sukses, seperti kita lihat saat sekarang. 












Kades Pancuran Tiga Kerinci arahkan warga untuk lingkungan sehat|Berita Desa

KADES PANCURAN TIGA KERINCI ARAHKAN WARGA UNTUK LINGKUNGAN SEHAT

KerinciKerja bakti ini sangat banyak sekali manfaatnya, karena kalau lingkungan kita bersih, sudah pasti kita terhindar dari penyakit yang diakibatkan lingkungan kotor, juga membuat warga menjadi sehat,” pungkasnya Kades Pancuran Tiga(20/3/20).


Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten,Kepala Desa Hendri J   menyampaikan penting-Nya lingkungan bersih, pada, Jum’at (20/3/20) di Surau Nurul Abshor Desa Pancuran Tiga dalam acara kebesaran Islam Isra' Miraj.(dihimpun Agusdiar.com). 

Saya berharap agar warga Desa Pancuran Tiga dapat menjaga lingkungan desa tetap bersih dan asri, jangan membuang sampah sembarangan serta merawat bersama lingkungan desa ini,” ujar Kades.

Sementara itu, warga merasa senang dengan adanya rancangan lingkungan  bersih menurut warga perlu kerja bakti ini sangat baik untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan desa, karena dengan lingkungan yang bersih akan menjadikan warga desa dan lingkungan sehat.




Rabu, 18 Maret 2020

Lingkungan sehat Desa Pancuran Tiga Kerinci, Patut di contoh|Berita Desa

LINGKUNGAN SEHAT DESA PANCURAN TIGA PATUT DIJADIKAN CONTOH


Kerinci, Lingkungan sehat dan bersih selalu ditandakan dengan udara bersih yang ada. Jika udara penuh dengan polusi, itu menandakan bahwa lingkungannya tidak sehat.Kades Pancuran Tiga Hendri J, dari awal-Nya telah mencanangkan tentang lingkungan sehat pada warga-Nya.

Agusdiar.com pada( kamis19/3/20) menemui salah salah satu warga di desa Pancuran Tiga, Kerinci, untuk mendapatkan kejelasan mengenai lingkungan sehat.

Penjelasan salah satu warga desa Pancuran Tiga mengenai lingkungan sehat, untuk menciptakan lingkungan yang sehat sebetulnya juga tidaklah sulit dan bisa di awali dengan kesadaran diri sendiri dalam menjaga dan menciptakan lingkungan yang sehat.

Apabila kita menghirup udara yang bersih serta mengandung oksigen tersebut tentunya badan kita akan merasakan segar dan pada saluran pernapasan kita pun akan lancar,dan ini sangat berbeda sekali dengan udara yang sudah tercemar polusi-Nya.

Sekretaris Karang Taruna Desa Pancuran Tiga (Buya A) juga menambahkan penting-Nya lingkungan sehat,lingkungan sehat dengan maksudnya terhindar dari suatu kondisi gangguan kesehatan seperti ; Tempat yang lembab, Asap polusi kendaraan, limbah dan sebagai-Nya.

Lingkungan sehat di desa Pancuran Tiga patut menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ada di Kabupaten Kerinci Ter-khusus.

Dan desa yang sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi social dan spiritual.

Penyesuaian lingkungan sehat diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan intregitas struktural.



Catatan Kaki Agusdiar.com
Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat salah satunya dengan cara menanam tumbuhan hijau yang fungsinya untuk mengurangi polusi udara akibat dari pencemaran dari lingkungan yang tidak sehat.

Tumbahan hijau yang ditanam ini akan meyumbangkan oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia untuk bernafas.

Penyelesaian Pembangunan Masjid Nurul Abshor Desa Pancuran Tiga menelan dana +_ 2 M|Berita Desa

PENYELESAIAN PEMBANGUNAN MASJID  NURUL ABSHOR 
DESA PANCURAN TIGA, 
MENELAN DANA +_ 2 M
Kerinci, Pembangunan Masjid Nurul Abshor desa Pancuran Tiga Kerinci mulai tampak pada penyelesaian pada awal Januari 2020,  bagian dalam Masjid akan terlihat pula interior tiang tengah yang berjumlah delapan tiang dengan warna ornamen kuning yang berfungsi sebagai fondasi penahan agar Masjid ini tetap berdiri kokoh.

Menurut tuturan warga konon pula pada banjir 2019 yang lalu menghantam desa, sebagian rumah warga dan persawahan terendam,yang mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta, keanehan terjadi pada Masjid Nurul Abshor pada saat banjir 2019 lalu , banjir tersebut tidak mendekati Masjid.


Tutur salah satu tetua Masjid Nurul Abshor mengungkapkan pula fungsi delapan tiang tengah Masjid tersebut,mengambarkan simbol yang diartikan sebagai rasa Ukhuwah Islamiah"wahablum minalllah, wahablum minannas, yang tak bisa dipisah-pisahkan.

Lebih lanjut-Nya pula penyelesaian pembangunan Masjid Nurul Abshor  menurut data yang diperoleh agusdiar.com (18/3/20)menelan dana +_ 2 M lebih untuk penyelesaian, itu pun belum secara keseluruhan ungkap dari pegawai syara' Masjid Nurul Abshor(pagi).

Pagar  yang mengelilingi halaman Masjid Nurul Abshor terlihat begitu kokoh dengan ornamen arsitektur Jawa-Nya, yang tertata rapi.

Pada pintu masuk Masjid akan terlihat pula pahatan kaligrafi yang begitu menarik dengan interior-interior yang bagus.

Dan menurut keterangan dari salah satu Ulama(Buya) M(18/3/20), Ujar-Nya Masjid Nurul Abshor insyaAllah bisa selesai secara keseluruhan dilihat  dana (sumbangan) dari tangan-tangan dermawan( donatur-donatur) Masjid maupun masyarakat domisili maupun non domisili yang berada di luar daerah.

Kendati demikian peran masyarakat yang berpartisifasi ikut serta dalam tahap penyelesaian pembangunan Masjid sangat berantosias memberikan dana baik berupa uang,semen,besi, pasir dan sebagainya  hingga Masjid  Nurul Abshor desa Pancuran Tiga dapat terselesaikan secara menyeluruh.


Catatan kaki agusdiar.com

Pembangunan Masjid Nurul Abshor progresnya sudah mencapai 80 persen, tentu saja dengan desain bangunan yang sangat modern.Penyelesaian pembangunan Masjid tersebut siap  dilaksanakan tahap demi tahap. 

Senin, 16 Maret 2020

Proyek siapakah? Jembatan Desa Tj. Pauh Mudik belum lama di bangun sudah rusak|Berita Desa

PROYEK SIAPAKAH?  
JEMBATAN DESA TJ. PAUH MUDIK 
BELUM LAMA DIBANGUN 
SUDAH TAMPAK RUSAK
Kerinci,Jembatan Desa Tj. Pauh Mudik, Kerinci sebagai salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyebrangi Sungai Batang Merao,agusdiar.com menemui salah satu warga untuk mendapatkan penjelasan bagaimana perkembangan kongkrit tentang problematika jembatan yang melintasi Sungai Batang Merao, terkait dengan proyek siapa yang mempasilitasi proyek jembatan di Desa ini. 

Meski agusdiar.com belum mengetahui RAB (Rancangan Angggaran Biaya) proyek jembatan yang ada di Desa Tj Pauh mudik ini, dan berapa jumlah anggaran dana yang dihabiskan oleh CV yang menyelesaikan keseluruhan jembatan di desa Tj Pauh Mudik dan sejauh ini pula tampak pada jembatan yang rusak dan oleng yang membahayakan jiwa warga yang melewati-Nya(17/3/20), terutama orang tua dan anak-anak. 

Dan tentu ini butuh perhatian Pemerintah Kabupaten secara menyeluruh agar dapat menangani proyek jembatan di Desa Tj. Pauh Mudik, dengan memberi teguran terhadap pengerjaan proyek abal-abal(asal jadi). 

Menurut tuturan salah satu warga yang mengatakan bahwa jembatan pada desa-Nya bisa membahayakan, kendati kami ujar-Nya sudah berhati-hati melewati-Nya, jembatan ini terkadang terlihat oleng dan bahkan membahayakan jiwa warga yang ada diatas jembatan.

Jembatan desa Tj. Pauh Mudik ujar salah satu warga, belum lama dibangun kok sudah pada reok dan rusak begini? 

Kendati demikian warga mengharapakan ada tumpang tindih tentang bangunan jembatan yang sudah rapuh, rusak dan reok.



Warga Desa Tj.Pauh Mudik mengharapkan agar jembatan selanjut-Nya apabila dibangun harus lebih kokoh dan kuat tak semesti-Nya seperti jembatan pada saat sekarang.

agusdiar.com mendapatkan keterangan bahwa proyek pengerjaan jembatan ini pada tahun-tahun yang lalu tidak mengetahui jumlah RAB yang tercantum saat pembangunan jembatan tersebut.

Dan warga menuturkan serta memberikan penjelasan bahwa proyek jembatan didesa-Nya kepemilikian CV siapa?Mereka juga tidak mengetahui kejelasan-Nya dan warga menuturkan pula barangkali proyek jembatan Desa Tj. Pauh Mudik ini dikatagorikan proyek siluman ujar salah satu warga.

ketika agusdiar.com menanyakan tentang  informasi penjelasan jembatan Desa Tj. Pauh Mudik yang belum lama dibangun sudah kelihatan reok dan rusak. (17/3/20).

Catatan kaki agusdiar.com
Mengenai proyek jembatan Desa Tj. Pauh Mudik masyarakat mengharapkan sangat perhatian dari pemerintah Kabupaten agar dapat menangani dan merealisasi jembatan Desa Tj.Pauh Mudik dan dibangun dengan skala lebih modern. 



Minggu, 15 Maret 2020

Box sampah Desa Punai Merindu di samping Surau Desa Bukit Pulai menuai kritikan dari masyarakat|Berita Desa

BOX SAMPAH DESA 
PUNAI MERINDU 
DISAMPING SURAU 
DESA BUKIT PULAI
 MENUAI KRITIKAN
DARI MASYARAKAT
Kerinci, Box sampah Desa Punai Merindu di pinggir jalan baru desa Bukit Pulai menimbulkan kritikan pedas dari warga Bukit Pulai,Box sampah tak sewajar-Nya berada disamping tempat ibadah, menurut tuturan dari salah satu warga Bukit Pulai yang ditemui agusdiar.com pada hari senen(16/3/20)terlihat hingga hari ini, Meskipun mendapat teguran dari warga Bukit Pulai, tak sepantasnya Box sampah berada di samping rumah ibadah ujar salah satu warga.

Kondisi  Box sampah tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap sampai kedalam Surau,hingga mengganggu fasilitas ibadah pada Surau tersebut. Pada kesempatan ini, warga Bukit Pulai protes terhadap Box sampah yang terletak disamping tempat ibadah didesa-Nya.

Dan warga Bukit Pulai berharap agar ada tindak lanjut terhadap Box sampah yang bersebelahan dengan tempat ibadah yang beralokasi didesa-Nya.(16/3/20). 



Catatan kaki agusdiar.com
Warga Bukit Pulai berharap agar Box sampah yang berada di samping rumah ibadah didesa-Nya bisa di tindak lanjuti, sebab Box Sampah yang berisi sampah menimbulkan bau busuk yang menyengat dan menganggu fasilitas Ibadah. 

Sabtu, 14 Maret 2020

Kades Sumur Jauh beri kata sambutan hangat dalam peringatan Isra'Miraj|Berita Desa


KADES SUMUR JAUH BERI KATA SAMBUNGAN HANGAT DALAM  PERINGATAN ISRA'MIRAJ
Kerinci,Pada peringatan Isra'Miraj Sabtu malam minggu (14/3/20) Agusdiar.com mengutarakan kata sambutan Isra'Miraj yang disampaikan oleh Kades Sumur Jauh di Surau Shilaturrahmi yang beralokasi di Desa Pancuran Tiga Kerinci. 


Ungkap Kades Sumur Jauh (Irfan)Sebagai Kepala Desa kami bangga, terharu dan gembira. Karena pada sa’at ini semua kita berkumpul di tempat yang mulya ini, guna memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw di Surau Shilaturrahmi Desa Pancuran Tiga .

Karena dengan kekompakan dan kerjasama yang baik inilah sebagai modal kesuksesan serta kemajuan lima desa di Tj. Pauh Mudik.

 Pada khususnya dan kemajuan Desa kita yang tercinta ini. Marilah kita tingkatkan rasa persaudaraan dan ghirah Islamiah yang tinggi. Sehingga kegiatan semacam ini selalu kita laksanakan dan kita ingat sepanjang tahun. 

dan untuk desa-desa lain bisa meniru kegiatan yang serupa, agar desa kita yang tercinta ini semakin hidup.

Beberapa tahun lalu, kita dihadapkan dengan kondisi geografis yang berat, infrastruktur memprihatinkan dan sebagainya.

Karena itu, perlu perhatian baik masyarakat maupun aparatur agar selalu mengingatkan Dan membahas tentang bagaimana membuka akses program Desa kedepannya pungkasnya. Sehingga, dimulai pada tahun anggaran 2020 ini.

Catatan kaki agusdiar.com
Isra Miraj adalah peringatan dua peristiwa berbeda yang sangat penting dalam ajaran Islam. 


Dalam kejadian Isra diceritakan Nabi Muhammad pergi dari Mekah ke Yerusalem hanya dalam waktu satu malam. Mekah dan Yerusalem yang dipisahkan dengan jarak lebih dari 1200 km bisa ditempuh hanya dalam waktu satu malam dengan mengunakan Buraq yang dikirim oleh Allah untuk Nabi. Di malam yang sama, Nabi Muhammad juga dinaikkan Allah ke surga untuk mendapatkan perintah shalat lima waktu. Peristiwa ini dituliskan dalam kejadian Miraj.



Jumat, 13 Maret 2020

Puskesmas Desa Tj. Pauh Mudik Kerinci tak layak huni|Berita Desa


PUSKESMAS DESA TJ. PAUH MUDIK KERINCI TAK LAYAK HUNI
Kerinci, Bangunan Puskesmas Tj. Pauh Mudik, Kerinci disinyalir masyarakat sudah tidak layak huni, pasalnya bangunan yang ada sekarang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.menurut tuturan salah satu warga masyarakat desa Tj. Pauh Mudik(Kerinci).


Dan untuk Nilai anggaran Pembangunan gedung Puskesmas tersebut, Agusdiar.com mengaku tidak mengetahui rinciannya secara pasti. Tetapi nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Bangunan Puskesmas yang lama ini sepatut-Nya dirobohkan ujar Purnama dan dikarena bangunan dinyatakan tidak layak huni, nantinya juga dibangun pada lokasi yang sama. Untuk pelayanan kesehatan pada masyarakat. (14/3/20).

“Kami minta ada tindak lanjut dari gedung ini,Ujar Purnama sehingga secepatnya bisa kami manfaatkan untuk masyarakat. Paling tidak, ada kejelasan informasi terkait gedung agar kami bisa menyampaikannya ke masyarakat,” harapnya.

Bangunan ini pondasinya tidak kuat mengakibatkan banyak sisi-sisi bangunan yang tidak terurus akibat keseringan dilanda banjir.

Bahkan kalau kita ukur elevasinya, bangunan ini sudah tidak singkron karena posisinya yang miring,” jelas Purnama saat Agusdiar.com mengunjungi Puskesmas tersebut Sabtu (14/3/20) 


Kades Pancuran Tiga,Himbau warganya, agar membuang Sampah Pada Box|Berita Desa

KADES PANCURAN TIGA HIMBAU 
WARGA-NYA AGAR MEMBUANG SAMPAH PADA BOX-NYA
Kerinci, Sebenarnya banyak sekali akibat yang dapat terjadi apabila kita terus menerus membuang sampah sembarangan. Akibat tersebut bahkan sering kali dapat merenggut nyawa manusia itu sendiri. Agusdiar.com Dan keprihatinan-Nya mengungkapkan, sampah yang dibiarkan menumpuk terus menerus dapat mengganggu pandangan dan hidung kita karena selain baunya yang tidak sedap, juga mengganggu pemandangan.(Jum'at, 13/3/20)

Dan menurut Candra salah seorang warga yang melintas disekitaran jalan tersebut, mengatakan jika sampah yang menumpuk itu juga dapat menyebabkan bibit penyakit.

Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.


Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan-Nya ujar Kades Pancuran Tiga dini hari.

Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki. Mari kita lestarikan lingkungan kita dengan buang sampah pada tempatnya.

Mereka tidak memikirkan dampak atau akibat yang dapat terjadi apabila mereka terus menerus membuang sampah sembarangan. Jika mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab, mereka akan peduli terhadap lingkungannya dan melakukan berbagai cara agar lingkungan itu tetap terjaga kebersihannya.

Kamis, 12 Maret 2020

Kerinci diguyur hujan musim|Berita Aktual

KERINCI DIGUYUR 
HUJAN MUSIM
Kerinci, Pada sore ini sebagian daerah di Kerinci diguyuri hujan pada pukul 17.19 sampai pada jam 17.45,menyebabkan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat menjadi amat subur, disebabkan guyuran hujan yang turun tidak menyebabkan banjir.

Kendati hujan yang menguyuri tidak lama. Agusdiar.com menjelaskan bahwa hujan yang menguyuri Kerinci merupakan ciri dari hujan musim, tentang hujan musim yang terjadi di Kabupaten Kerinci menurut data yang dihimpun-pada kamis sore mengenai hal tersebut Agusdiar. com menjelaskan secara detail, tentang hujan musim yang menguyuri Kerinci pada kamis sore. (12/3/20) 

 HUJAN MUSIM
Hujan musim merupakan hujan yang terdapat di wilayah kemarau yang cukup panjang.

Hujan musim juga dapat dikatakan sebagai hujan yang terdapat pada daerah yang suhu udaranya cukup tinggi dan mempunyai perbedaan musim hujan dan musim kemarau yang cukup jelas.

Tumbuhan yang dapat hidup pada hujan musim adalah tumbuhan yang mampu beradapatasi dengan musim kemarau dan musim penghujan serta tahan terdapat kekeringan.

Pada musim kemarau pada hujan musim terdapat sejenis tumbuhan tertentu yang menggugurkan daunnya seperti pohon jati sedangkan di musim hujan tumbuhan tertentu menghijau kembali.

Dan  pada musim hujan tentu saja ada kiat-kiat yang harus kita lakukan menurut riset para ahli Curoko(samaran) mengemukakan hal dan kiat yang harus di lakukan (12/3/20) pada kamis sore di Kerinci yang tepat-Nya didesa Pancuran Tiga. 

Karena daerah Kerinci ujar Curoko(samaran)termasuk daerah yang beriklim tropis. Tentu saja memerlukan kiat-kiat yang bermanfaat apabila terjadi-Nya hujan. 

pada musim hujan apa yang harus kita lakukan!!! ujar curoko(samaran) 
virus penyebab pilek. Obat-obat yang ada hanya mampu menyembuhkan gejala-gejalanya saja. Jika Flu dan pilek, obat terbaiknya memang istirahat. ditambah asupan vitamin c yang cukup. Banyak minum air putih dan tentunya makan makanan yang bergizi.
Berikut adalah beberapa hal praktis yang bisa anda lakukan ketika pilek dan flu menyerang :

1. Istirahat ditempat tidur jika merasa demam.

2. Minum air sebanyak-banyaknya. Ini akan membantu menghancurkan sekresi yang terkumpul di jalur pernapasan, dan juga mengurangi komplikasi seperti bronkitis.

3. Berkumur air garam yang hangat untuk meredakan radang tenggorokan. Atau bisa dengan minum teh yang dicampur madu dan lemon.

4. Makanlah sup ayam. Ini akan membantu membersihkan mukus dari saluran pernapasan dan menghilangkan bulion yang mengandung substansi pembawa virus pilek.

6. Perbanyak makan buah,sayuran, dan konsumsi bawang madu minimal sehari 1 siung (bawang lanang).

7. Satu yang tidak boleh ketinggalan, selalu membawa jas hujan , jangan lupa mengenakan sarung sepatu hujan , yang akan melindungi kaki anda dari dingin dan lembab.


Rabu, 11 Maret 2020

Kades Sumur Jauh dan perangkat desa gelar gotong royong bersama|Berita Desa

 KADES SUMUR JAUH DAN PERANGKAT DESA  
ADAKAN.... 
GOTONG ROYONG 
BERSAMA

Kerinci,Kades Desa Sumur Jauh( Irfan) dan peranan Perangkat Desa Sumur Jauh  dalam Kegiatan Gotong Royong,tidak terlepas akan adanya interaksi sosial antar sesamanya. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat hidup sendiri, melainkan memerlukan orang lain dalam berbagai hal, seperti bergaul, bekerja, tolong menolong, kerja bakti, keamanan, dan lain-lain.

Gotong royong merupakan suatu wujud nyata dalam bentuk interaksi sosial Ujar Kades Irfan(Sumur Jauh). 

Kades Sumur Jauh (Irfan) ketika ditemui Agusdiar.com,menambahkan pula sehingga untuk menyelesaikan segala problema yang ada didalam kehidupan warga-nya dibutuhkan sikap gotong royong yang dapat mempermudah dan memecahkan masalah secara efisien.

Gotong royong dapat diartikan sebagai sesuatu sikap ataupun kegiatan yang dilakukan oleh Kades dan perangkat desa secara kerjasama dan tolong menolong dalam menyelesaikan pekerjaan maupun masalah dengan sukarela tanpa adanya imbalan.

 Sikap gotong royong ini sangat berperan sekali untuk memperlancar pembangunan yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan gotong royong dilakukan oleh kepala desa serta perangkat Desa.

Rasa kebersamaan ini muncul, karena adanya sikap sosial tanpa pamrih dari masing-masing individu untuk meringankan beban yang sedang dipikul.

Manfaat gotong royong dapat kita rasakan secara langsung anatara lain: pekerjaan akan dengan cepat terselesaikan, tanpa terasa persaudaraan dan kebersamaan.

Menjaga dan memberikan manfaat pada lingkungan semakin terjamin, terciptanya ketentraman dan kedamaian dalam bermasyarakat khusus-Nya di desa Sumur Jauh.

 Hal-hal tersebut dapat diselesaikan oleh kepala desa dan perangkat Desa  sehingga kegiatan gotong royong dapat berjalan dengan baik dan lancar. (Rabu/11/3/20). 

Selasa, 10 Maret 2020

Gadis Berparas oval di Ibu Kota|Puisi

GADIS BERPARAS 
OVAL DI IBU KOTA

Kadang rindu itu membuncah
pada sepoi angin bebukitan
yang meniup ilalang kering
enggan meneteskan air
mengaliri lembah

Kadang rindu itu membuncah
pada gadis berwajah oval
yang tinggal di ibu kota
tanpa ada kabar berita

Kadang rindu itu membuncah
pada anak lelaki yang hilang di rimba
yang sampai saat ini
tak ada petunjuk arah

Kadang ingin berbagi rindu
tapi hati telah membatu
jiwa pun membeku
cinta tersangkut di pohon waru
justeru rindu pun membunuh kalbu


Senin, 09 Maret 2020

Keunikan Masyarakat tanah Kurinci|Sajadah Kurinci


KEUNIKAN MASYARAKAT 
TANAH KURINCI
Kerinci,merupakan masyarakat yang unik, yang selain dikenal dengan kebiasaannya merantau, berupaya untuk memadukan nilai-nilai adat (tradisi) dan nilai-nilai keagamaan (Islam), dan merupakan komunitas masyarakat matrilineal terbesar di dunia, juga dibesarkan dalam suasana masyarakat egalitarian, dan sangat menghargai kebebasan individual mereka .

Dengan kondisi masyarakat egalitarian yang  sangat menghargai kebebasan individu tersebut maka tidak jarang muncul perdebatan intelektual di antara orang Kerinci mengenai berbagai masalah dalam kehidupan mereka.

Perdebatan intelektual yang dimaksud merupakan upaya perumusan dan penyampaian pemikiran kritis tentang berbagai hal dan aspek kehidupan daerah dan bangsa. Pemikiran-pemikiran kritis tersebut lazimnya disampaikan secara terbuka dan terus terang diberbagai kesempatan, baik secara lisan pada saat dilangsungkan rapat, kongres dan seminar maupun secara tertulis di surat kabar dan majalah. Orang Kerinci selalu memperdebatkan ide, dan tidak menelan mentah-mentah segala sesuatu yang berhubung dengan perihal kehidupan mereka, baik yang berasal dari Rantau maupun dari Ranah sendiri. Oleh karena itu berlangsungnya konflik secara berkepanjangan di dalam masyarakat tidak dapat dihindarkan.

Konfilk dalam budaya Kerinci adalah sebuah keharusan karena kalau tidak ada konflik mereka tidak menghasilkan pemikiran cerdas dalam menghadapi kehidupan mereka. Kerinci konsep konflik ini tidak hanya dialami oleh anggota masyarakat tapi juga dijadikan peraturan dalam sistem sosialnya. Bahkan konflik dipandang sebagai suatu hal yang penting untuk mencapai persatuan dalam masyarakat.

Sesuai dengan substansi perdebatan dan latar belakang konfliknya, pada dasarnya ada dua tema besar yang secara berlanjut terdapat dalam masyarakat Kerinci , yaitu 1) perdebatan intelektual dan konflik mengenai pelaksanaan hukum waris adat serta tanah ulayat; dan 2) perdebatan intelektual dan konflik mengenai hubungan antara kaidah adat Kerinci dengan ajaran agama Islam.

Perdebatan intelektual dan konflik mengenai dua tema besar tersebut telah mewarnai hampir seluruh sejarah Kerinci, yang langsung atau tidak langsung selain telah menguras energi masyarakat juga telah menghambat terwujudnya suasana saling percaya-mempercayai antara warga dan kelompok masyarakat yang satu dengan warga dan kelompok masyarakat yang lain.

Walaupun masyarakat Kerinci terdiri atas kelompok-kelompok kecil yang mandiri dan otonom, namun keluar secara totalitas merasa sebagai satu suku bangsa. Falsafah hidup mereka mengajarkan kesamaan dan persaingan, tetapi juga harmoni atau keseimbangan, yang menyebabkan penyampaian pemikiran kritis dalam masyarakat mereka menjadi sesuatu yang dirasakan lumrah dan diniscayakan terjadi. 

Persaingan, permusuhan, dan bahkan kadangkala juga peperangan, terjadi tidak saja antar suku dalam suatu kesatuan teritorial nagari, melainkan juga antar nagari-nagari yang berdekatan.

Penyampaian pemikiran kritis tersebut selain telah menyebabkan terjadinya konflik juga memungkinkan terbentuknya konsensus.  Dengan kata lain, naluri berkonflik diimbangi dengan kemauan berkonsensus. Dalam presfektif sejarah ada beberapa konflik yang terjadi dalam masyarakat Kerinci.(10/3/20).

Jumat, 06 Maret 2020

Kades Pancuran Tiga, aktifkan kendaraan operasional pembuangan sampah desa|Berita Aktual Desa

KADES 
PANCURAN TIGA 
AKTIFKAN KENDARAAN
OPERASIONAL 
PEMBUANGAN SAMPAH DESA
Kerinci, Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan, Desa Pancuran Tiga butuh perhatian pemerintah terkait box sampah Jum’at (06/03/20) disampaikan kepada pemerintah  ketika agusdiar.com menjumpai aparat desa M(40), sekitar pukul 16,00 Wib di kediaman-Nya.

Masuri mengatakan, “sehubungan pesatnya kemajuan zaman, sekarang ini Desa Pancuran Tiga Kecamatan Keliling Danau Kab, Kerinci , Jambi menjadi pusat desa bersih bagi masyarakat  Pancuran Tiga khususnya, jadi dalam hal ini kebersihan perlu ditingkatkan, kalau tidak, sangat berdampak kepada kesehatan masyarakat, “ujar-Nya.

Lanjut Masuri,Kepala Desa Pancuran Tiga sudah mengutamakan untuk penanggulangan sampah, menggunakan kendaraan Operasional untuk mengumpulkan sampah dan membuangnya ketempat pembuangan sampah (TPS). 

Terpisah, setelah diamati, memang benar apa yang di sampaikan Masuri dan Candra kepada agusdiar.com didepan rumah warga maupun di depan warung dan toko terlihat karung berisi sampah. Sehari saja terlambat mengambil karung sampah tersebut, bau yang tidak sedap menyebar kemana-mana,

Dalam hal ini, Desa Pancuran Tiga sangat terlihat bersih terkait dengan aktifnya kendaraan operasional sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan,  demi kesehatan masyarakat.


Kamis, 05 Maret 2020

Kerinci Land History|Kerinci in history

HISTORY AND TRADITIONAL LAND



 Early History of Kerinci (Kerinci-Jambi Regency)



 People's Plantation at the foot of Mount Kerinci

Kerinci, The word Kerinci was first known at the beginning of the year of our Lord.  The word "Kerinci" is interpreted in many theories, both those produced through research to stories that develop in a society that has no clear argument.  The following theories explain the meaning of the word Kerinci:

 The condition of the Kerinci region bounded by the Bukit Barisan, dense forest, heavy terrain and wild animals, makes people think of Kerinci as a closed area, so that Kerinci is referred to from the meaning of the word 'Key.'

 When viewed in terms of language, Kerinci comes from the words "kerin" and "ci".  Austronesian language that goes to India (Sanskrit) the word "krin / kerin" or "khin" means upstream, while the word "ci" or "cai" means river, so Krinci or Kerinci means upstream, when viewed from the location of Kerinci located  in mountainous regions and are upstream rivers that include Batang Merangin River, Batang Asai River, and others.

 Mc Kinnon (1992) mentions that the word Kerinci is thought to originate from the word "Kurinci" (in Tamil) which means a mountainous area, on the grounds that Indians from the Tamil (Hindu) tribe in the early first century AD had been associated with residents living in the interior  and along the West and East Coasts of Sumatra which were then not far from Kerinci.  In commerce, the Tamils ​​call people from the highlands in the mountains with a Kurinci greeting.

 Kerinci's natural conditions cause this area to be grouped into Low Kerinci and High Kerinci.  Kerinci Low is located in the eastern part of the Bukit Barisan mountains (now Merangin District), while Kerinci Tinggi which is now the Kerinci Regency are areas located in the western part of the Bukit Barisan mountains.

 The Kerinci people who inhabit the Regency of Kerinci now are descendants of the Old Malay tribe who settled since the Neolithic era (8,000-7,000 years ago) or perhaps long before.  Kerinci was under the rule of the Kingdom of Dharmasraya and Pagaruyung (West Sumatra), also under the Kingdom of Inderapura (west coast, now South Coast, West Sumatra), and the Sultanate of Jambi.  However, the power over Kerinci is more on protection by paying tribute.

 Kerinci has a culture, including the Kerinci language and script. Uli Kozok, an ancient Sumatran scholar from Germany, has found in Kerinci the oldest 14th century Malay manuscript from the Dharmasraya Kingdom, Adityawarman's era.

 Kerinci is the Remnant of the Atlantean Civilization
 Prof.  Arysio Nunes Dos Santos published an appalling book: "Atlantis The Lost Continents Finally Found".  Where was it found?  He explicitly stated that the location of Atlantis which was lost since about 11,600 years ago was in Indonesia.
 This civilization was agreed by Professor Stephen Oppenheimer who wrote the book Eden in The East: A Continent that Drowned in Southeast Asia.

According to him, the only fairy tale that spread widely in the world evenly was the story of the flood of Noah with all its versions.  Muslims, Christians and Jews naturally get the story of Noah's flood from their respective scriptures.  But what about pre-Islamic, Christian and Jewish communities?  For example, the Sumerians, Babylonians, Indians, Greeks.  They also apparently have a story of flash floods that submerged the whole land.

 This 814-page book Eden in The East, half of it was spent by Oppenheimer to dissect these tales.  Oppenheimer noted there are about 500 stories about flooding around the world.  From India to America, from Australia to Europe. The main characters also change.  The celestial religion calls it Noah, or Noah.  The Mesopotamians called the hero Utanapishtim, in ancient Babylon called Athrasis, the ancient Indians called it Manu.

 Names can be different, but the core of the story is the same.  There is a great flood that submerges land, the main character saves himself by boat, or large ship.  He did not forget to bring animals.  The ship will land on the mountain and the main character with his family or followers continue their new lives.

 Oppenheimer also revealed that there are more flood stories in Southeast Asia.  The variations vary greatly among the various interior tribes in Indonesia, Malaysia, the Philippines and the islands of Polynesia.
 The level of diversity in the story of flooding in this region also makes Oppenheimer theorize, if a nation forced to immigrate due to a large flood, lives in Indonesia and its surroundings.  All of these flood stories, according to Oppenheimer, are proof that this great flood at the end of the Ice Age is true.

 Kerinci Tribe At the time of the disaster that sank Atlantis managed to survive because they were on high ground, namely the peak of Mount Kerinci so as to avoid the disaster.

 The Kerinci tribe is the oldest race, older than the Incas
 Urban anthropology researchers from Diponegoro Radjimo University said the Kerinci tribe inhabiting the highlands of the Barisan hills around Mount Kerinci were apparently older than the Incas, Indians in America.

 "From a research conclusion Dr. Bennet Bronson researchers from the US together with the National Archaeological and Heritage Team in Jakarta in 1973, what I read instead argues that the Kerinci tribe is even much older than the Incas (Indians) in America," he said, in Jambi on Saturday.  (5/21).
 That means the Kerinci people are not only older than proto-Malay.  The Incan Indians themselves are one of the ancient prophecies about the 2012 apocalypse that inspired a horrendous Hollywood film in 2009.  Indian Inca is believed to be an ancient tribe that already has a high civilization.

 Radjimo revealed, one of the evidences presented by the Bennet Bronson team was about humans Kecik Wok Gedang Wok.  He was the first tribe to have inhabited the Kerinci plateau more than 10,000 years ago.  The tribe did not have individual nicknames until the entry of the Proto-Malay tribe.
 "While the Inca Indians in America who were previously considered as one of the oldest tribes and races in the world are known at the same time to have names, such as Big Buffalo (Big Buffalo), Little Fire (Little Fire) and others," explained Radjimo.

 So that's when this ethnic movement also took place from one place to another in the Malay Realms such as the transfer of Proto Malaiers (Old Malay) to the Kerinci Realm.
 According to Kern, the Kerinci realm was inhabited by humans at that time, and they were the indigenous inhabitants of this so-called Kecik Wok Gedang Wok.

 However, at that time the number of Proto-Malays which were more dominant than Kecik Wok Gedang Wok caused the natives to slowly disappear in the blood mix between migrants and natives. These groups later developed and became the ancestors of modern Kerinci people until the current generation.  Another thing that is often used as research samples by these researchers is the diversity of languages ​​and dialects in Kerinci.  In a very diverse language, around 135 dialects, which are used only along the valley, complicate ethnographic research.

 Some studies suggest that the Kerinci people belong to the original ethnic groups that first existed in Sumatra.  This ethnic group came to be known as Kecik Wok Gedang Wok which is thought to have been in the Kerinci Alam region for 10,000 years (Whitten, 1987).
 Uli Kozok, a philologist from Hawaii University in the United States, in his research concluded that the oldest Malay Malay text in the world is in Kerinci.  "In the conclusion of research from research conducted in three countries namely Indonesia, Malaysia and the Netherlands, the philologist Dr. Uli Kozok concluded that the oldest Malay manuscript was in Kerinci, precisely in Tanjung Tanah Village," said Nukman SS in Jambi (30/4).

 The text, he said, according to Uli Kozok's research turned out to be much older than 200 years compared to the manuscript of the letter of the king of Ternate which was previously declared as the oldest Malay text in the world.  Manuscripts of the Tanjung Tanah law are estimated to have been issued in the 14th century.
 According to Nukman, Uli Kozok's conclusion was also based on the carbon radio test conducted by his party in Wellington, New Zealand on samples of Daluang paper material (similar to bark) used for writing the manuscript.

 "Uli Kozok's carbon radio test results which are very accurate in his prediction confirms that the Daluang used for the media of writing the manuscript can certainly be cut down in the span of time between the 12th and 13th centuries," he said.

 From that age, according to him, it can be predicted that the writing of the manuscript also ranges not far from that century, the maximum in the 14th century the manuscript has been made. According to historical records as well, he said that at that time the Malay Kingdom with its capital in Darmasyaraya (a division district  West Sumatra, a close neighbor of the Kerinci district) was ruled by Raja Adityawarman, who was at the height of his glory.

 The prediction of the age of the Tanjung Tanah Law manuscript was also based on an analysis of the type of script used.  Although it is known that Kerinci already has a previous character of his own, namely the Incoung script, but the owner who wrote the book uses the post-Pallawa script, not the Pallawa script and not the ancient Javanese script.

 The Incung Script

 "Therefore, Uli Kozok concluded that the manuscript must have been issued by the kingdom, namely king Adityawarman, who was incessantly building the image of his own government considering that at that time was the era began to weaken the influence of the large Hindu-Buddhist kingdoms on the island of Java," he said.

 The Incung Script

 Incoung script, he said even though it had become the original script that was used in general by the Kerinci people at that time, but for the kingdom it was considered to be the Sudra or commoner.  Kerinci outsiders refer to the script as Surat Ulu, which means the script from the interior as Kerinci's own position is indeed located in the interior of Bukit Barisan.

 "Therefore, according to Uli Kozok, the use of scripts is inseparable from the politics of Adityawarman himself who was so obsessed with building his own independent kingdom that he was able to break away from the influence of the big kingdoms in Java, so he used his own script which was rooted in the Pallawa and Javanese scripts,  the area where he previously lived and studied, "said Nukman.

 Kerinci cultural researcher Iskandar Zakaria revealed, the existence of the Kerinci tribe of Jambi province who inhabits the Andalas peak mountains in the ranks of the rows is much older than Proto-Malay which is considered to be the oldest Malay tribe. Said Kerinci cultural researcher born in West Sumatra, Iskandar Zakaria, in Kerinci.  He said, from the evidence of ancient artifacts found and for 40 years the Kerinci tribe was actually much older than Proto-Malay itself.  Not only his side believes about what is listed in one of the Sko (heirlooms) in the form of custom tambo and the Kerinci lineage that he researched.

 People's Plantation in Mount Kerinci
 When in thousands of years before Christ the first wave of Proto-Malay immigrants from the Southern China or Indian Hindus returned to the peak of Andalas.  At that time the group of migrants had found humans in the area, right around the volcano which was believed to be Mount Kerinci.

 Not only that, ancient humans in Kerinci were also said to have higher knowledge and civilization than them, the local tribe was already familiar with fire and able to process using iron or metal.
 It is said, it was said that at that time the first person or indigenous population was using Siegie wood (Pinus Merkusi, Kerinci Strains) which indeed contained oil sap which could burn as a torch.  Likewise, the spear points made of stone and metal.  Because of that they can build stone artifacts into a means of various purposes, such as for altar offerings, for rest and so on, '' explained Iskandar.

 One form of artifacts from the Megalithic era is stones in the form of seat holders, benches, stone doors or resembling arches, stoves or altars and sarcophagi, all of which are thought to be only through a very simple and rough carving process.
 The stones are found widely scattered in hilly or highland areas in various sub-districts in the Kerinci district and Sungaipenuh city such as in the districts of Gunung Raya, Keliling Danau, Batang Merangin, Sitinjau Laut, Lake Kerinci, Kumun-Debai.  Such conditions include villages such as in Muak, Benik, Jujun, Pulau Sangkar in Gunung Raya, Hiang Tinggi, in and in Kumun.

 Lake Kerinci
 In the course of the next development of a younger civilization can also be found Seilindrik stones and pictorial stones, also menhirs and caves.  All that is believed from the tools used to be more advanced in the form of axes, chisels, wedges and pickaxes from iron.
 In fact, he added, with these ancient objects, some indigenous people in Kerinci dared to think that they were actually one of the descendants of a pair of US Noah prophets who were descended from his ship on the Kerinci plateau when the sea water had begun to recede, in order to build civilization  in the region.

 Revealing the fact that the discovery of teeth and fossils in giant sizes allegedly belonged to humans or ancient creatures "Homo Kerinciensis" found by residents in the village of Kumun Hilir, Kumun-Debai sub-district three kilometers from the downtown of Sungaipenuh lately further strengthened the assumptions and estimates.
 If the findings of the fossils and teeth were successfully concluded by the Jakarta archaeological laboratory, then it can be ascertained that this is one of the strong evidence and facts for the old Kerinci chain of civilization which is believed to be much older than Proto Melayu, "he explained.

 He estimated it occurred in the span of several centuries before Christ, while the ancient Kerinci tribe had inhabited the land thousands of years before.
 "I have studied this for nearly 40 years, dozens of books have been compiled as a picture of my temporary conclusions, but until now I admit that I have not been able to make final conclusions, because of the various limitations of the research tools I did," he said.

 The Kerinci Site Deserves World Heritage
 Long before Indonesia's independence, Kerinci was an area that had its own political power.  Before the Dutch entered Kerinci recorded three phases of its history, namely: The Montino Kingdom or Nan Tigo Tribe Kingdom, the Depati Period and the Kerati Depati IV Period.  Montino Kingdom is a kingdom that is between the kingdom of Minangkabau and the Kingdom of Jambi, headquartered on Sangkar Island.  Next, in the two periods of Depati, Pulau Sangkar and Kayu Aro played a central role as one of the four centers of power in Kerinci.

 But since the Dutch began to occupy Kerinci in 1914, the central role of aro-wood politically has begun to decline.  When the Netherlands established Kerinci as an afdelling in the powers of the Jambi Residency (1904) and under the Residency of West Sumatra (1921) and when Kerinci became a district of its own within the territory of the Province of Jambi (in 1958), Sangkar Island was only a capital of the Kemendapoan (a government level  under the sub-district and one level above the village).


 The Origins of the words Pondok Tinggi, Sungaipenuh, Dusun Baru and Kampung Submerged





 In ancient times, Kerinci Lake was very wide, and there were so many rivers that flowed there, so at that time the area was called Sungai Sungai. The people were still flooding often due to the overflowing of the surrounding rivers, so the inhabitants lived in high areas now called Pondok.  high.  at this time lake Kerinci much used as rice fields such as hiang, village land, tanjung pauh, sea view etc.  Try to notice the results of the photo from Google Earth above shows that the color of the lake is black which indicates very deep while there is a gray color that indicates the flow of the river At times the river water that often overflows causes several villages that live near the lake area of ​​Hiang, Tanah  Kampung, Tanjung Pauh, Sitinjau Laut etc. make terraced houses because in addition to avoiding wild animals, also to avoid flooding even in the hiang area there is a village called Kampong Submerged because in the past it was always flooded.  After a few years the water began to shrink, people in the high rise area also began migrating downstream to what is now called Dusun Baru.


 The ancestors of the Kerinci people always made settlements in fertile areas which are often called gutters, hamlets, koto.  The development of this settlement is expected to occur during the Sugindo era.  During Sugindo's era, the development of people's lives was far more advanced, they had begun to settle down.

 Referring to the place of discovery of historical heritages, it is known that the settlements that were made by ancestors in ancient times include:
 Sekitar Around Mount Masurai, Lake Depati Empat (Lake Besar), Lake Pauh.  It is estimated that these areas are the locations of Purba Hamlet, Renah Punti, Talang Penggala, Muara Penon, Durian Tinggi and Sungai Kuyung.  The five hamlets are estimated to be around the Serampas and Sungai Tenang areas of Jangkat District and around the area there are also estimated to be Purba Koto Mutun Hamlet, Renah Lipai Tuo, Pelegai Panjang which are within Muara Siau District.

 Selatan In the south of Lake Kerinci around the village of Muak there is now the Purba Jerangkang Tinggi village.

 IIn the west bank of Lake Kerinci around the hamlet of Jujun and Benik now.

 √In the highlands above Sungai Penuh City, between Bukit Mejid and Bukit Koto Tinggi, around the present Koto Pandan area.
 SekitarAround the hills above Kumun Hamlet now
 SekitarAround the hills above the Liuk River is estimated to be the location of the ancient village of Koto Bingin
 SekitarAround the hills above Simpang Belui and Semurup, it is estimated that the site of the ancient village of Koto Limau Sering.
 SekitarAround the Hiang hamlet is estimated to have an ancient hamlet Koto Jelatang.

 √The location of ancient hamlets has grown many hamlets that have formed gradually over a long period of time, for example:
 √From Purba Jerakang Tinggi Hamlet gave birth to Two Caged Islands, Sanggaran Agung, Jujun Pulau Tengah, Siulak Mukai and Peng

 From Sangka Island Hamlet then moved north to birth 1 Lekuk 33 Tumbi Hamlet which later changed its name to Partially Allied Hamlet moving downward to give birth to 50 Tumbi Lekuk Hamlet and Lempur Hamlet now.  From Sangkar Island Hamlet, gave birth to Pondok, Muak, Lolo, Lubuk Pai Keluru, Semerap.
 √From Sanggaran Agung Hamlet developed into Tanjung Pauh Mudik Hamlet, Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir, Talang Kemulun.
 √From Pengasi Hamlet developed into Pulau Pandan Hamlet, Pendang Talang Genting, Tebing Tinggi, Selema Tanjung Batu, Pidung.  For Selema, some of the residents come from Purba Hamlet, Koto Jelatang.
 √From Pulau Pulau Hamlet developed into Koto Tinggi and Koto Dian Hamlets.
 √From Jujun Hamlet developed into Benik Hamlet.

 √From the Siulak Mukai Hamlet in the Land of Sekudung developed into Mukai Mudik Hamlet, Tengal Mukai Ilir Hamlet, Siulak Gedang, Siulak Panjang, Lubuk Nagodang, Siulak Kecik Siulak Tenang, Tanjung Genting, Koto Kapeh, Pegeh River, Siulak Gedang, Siulak Panjang, Lubuk Nagodang, Siulak Kecik Siulak Tenang, Tanjung Genting, Koto Kapeh, Pegeh River, Dusun Baru Sungai Labu.

Fakta sejarah wabah dunia|Sorot Dunia

MENGENAL SEJARAH  HISTERIS WABAH DUNIA Dilansir  Breaking News 5/4/20,ketika mewabah pada abad ke-14, Black Death membunuh 50 juta o...