Jumat, 06 Maret 2020

Dr.Syarief Fasha, ME(Walikota Jambi) Himbau jangan lagi ada pengrusakan beliho|Berita Utama

DR. H. SYARIF FASHA,ME(WALIKOTA JAMBI), 
HIMBAU..... 
JANGAN LAGI ADA 
PENGRUSAKAN BALIHO

Kerinci,Calon gubernur Prov. Jambi, Dr. H. Syarif Fasha,ME(Calon Andalan) menanggapi santai pengrusakan baliho di Kabupaten Kerinci yang tepat-Nya didesa Pancuran Tiga yang dilakukan oleh orang tak dikenal sehari yang lalu Jum'at 6/3/20 pukul 01.45 wib.

Agusdiar.com mengungkapkan, agar bisa berkonsultasi dengan Dr. H. Syarief Fasha.ME meminta agar seluruh  merespon pengrusakan tersebut.

Diketahui, terdapat 100 baliho Dr. Syarief Fasha, ME yang tersebar di Kota maupun Kabupaten Kerinci dan 2 baliho dirusak oleh orang tak dikenal. Pengrusakan dilakukan pada gambar 
Dr. H. Syarief Fasha,ME, hingga pengrusakan secara keseluruhan.

Himbauan dari Dr. H. Syarief Fasha,ME untuk seluruh jajaran-Nya  agar tidak ada lagi pengrusakan Beliho menjelang Pilkada  mendatang.
Dalam peristiwa yang Anda ceritakan, maka ini termasuk ke dalam tindakan yang menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu perbuatan pidana (doen plegen), dan orang tersebut mendapatkan hukuman yang sama dengan pelaku yang secara langsung melakukan tindakan perusakan tersebut. Sehingga orang yang menyuruh tukang tersebut untuk melakukan pengrusakan dapat dipidana seperti layaknya pelaku yang secara langsung melakukan tindak pidana perusakan sesuai ketentuan Pasal 406 KUHP..

Sedangkan, untuk tukang yang menerima upah, apabila dia tidak tahu bahwa perintah tersebut bertujuan untuk merusakkan sesuatu (misalnya tukang tersebut mengira bahwa ia memang harus menghancurkan suatu bangunan karena memang tidak terpakai lagi dan akan dibuat bangunan baru), maka dalam hal ini tidak ada unsur kesengajaan untuk merusakkan sesuatu milik orang lain dengan cara yang melawan hukum.

Tetapi, apabila tukang tersebut tahu bahwa perintah tersebut dari awal memang untuk merugikan orang lain dengan cara merusakkan barang tersebut, maka ada unsur kesengajaan pada tindakannya dan tukang tersebut dapat dipidana sebagai pelaku berdasarkan Pasal 406 KUHP.

Perusakan APK merupakan tindak pidana pemilu. Karena hal tersebut sudah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu."Perusakan alat peraga kampanye atau APK itu termasuk pidana pemilu dan pelakunya bisa kena sanksi pidana,"2 tahun 8 bulan penjara. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makanan dan tanaman untuk cegah covid19(Corona)|Dokter sehat

MAKANAN DAN TANAMAN  UNTUK CEGAH  VIRUS COVID 19(CORONA) Dihimpun      oleh  : BREAKING NEWS(2/4/20)  Dokter Sehat, Beberapa ma...